MAKASSAR, BKM–Ketua Harian Nasional Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi meminta kepada seluruh kader Partai Perindo Sulsel untuk melakukan sosialisasi mulai saat ini dari semua penjuru terutama media sosial.
Dengan berkembanganya zaman dan teknologi kata dia, saat ini tak ada satu partai yang bisa mengusai suatu wilayah seperti mengkapling tanah.
“Kalau dulu Perindo tidak mendapatkan suara maupun kursi di Senayan, tapi dengan melihat caleg dan terbukanya wawasan masyarakat, itu bisa menjadi juga basis Perindo,”ujar Tuan Guru Bajang saat membuka Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) DPW Partai Perindo Sulsel, di Hotel Dalton Makassar, Senin (30/1).
Dirinya menyebutkan juga walau Partai Perindo masih belia dan baru satu kali mengikuti kontestasi politik, namun pemilu 2019 lalu, Perindo belum mampu mendudukan kader mereka di senayan. Sehingga Pemilu 2024 harus sukses menghadapi kontestasi politik.
“Perindo ini kecil atau besar, kalian semua yang akan menentukan sebagai kader, bukan gedung yang mewah bukan umur partai. Jadi kami ingin kader Perindo menjadi petarung agar bisa memperoleh kursi,” bebernya.
Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menyebutkan petarung itu bukan melihat keuntungan namun melihat bagaimana tantangannya bisa dilewati. “Petarung tidak membuat mereka pata harapan. Jadi temui para tokoh-tokoh masyarakat,” ucapnya.
Dirinya menyebutkan dari 400 lebih kadernya yang duduk di DPRD Kabupaten/Kota maupun provinsi sampai saat ini belum ada satupun kadernya terlibat pada kasus dugaan tindak pidana korupsi dan ini modal untuk disampaikan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah kader Perindo saat ini sudah menjalani amanah dengan baik dan tidak satu pun kadernya terlibat pada kasus korupsi. Ini yang harus disampaikan kepada masyarakat,” bebernya.
Dirinya pun menegaskan di Sulsel begitu banyak keragaman anak bangsa sehingga pihaknya meminta agar merangkul semua kalangan, Apalagi partai Perindo menerima semua anak bangsa untuk bergabung.
“Di Sulsel memang dominan muslim, tetapi juga ada agama yang lain. Semua dirangkul. Begitu juga dengan suku dan latar belakang,” tegasnya.
Bahkan pihaknya sudah menargetkan 10 persen suara pada Pemilu 2024 mendatang.
Agar target tersebut bisa tercapai seluruh kader harus memanfaatkan media sosial dan dekati para tokoh berpengaruh di wilayah masing-masing.
“Target kualitatif minimal 2 digit, kalau bisa lebih. Minimal 60 anggota DPR RI. Kalau DPRD Provinsi, 9 kursi,” tegasnya. (rif)

