pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ahmad Lusi Pernah Geluti Multi Level Yamisa

TAK banyak yang tahu sosok Ahmad Lusi (44), warga asal Desa Cipotakari, Kecamatan Panca Rijang, Sidrap. Siapa sangka kalau pria berpenampilan sederhana ini rupanya seorang bos usaha yang bergerak bidang investasi mata uang asing.
Usaha yang dirintisnya sejak sejak tahun 2003 silam inipun laiknya sebuah perusahaan besar di bidang money changer (penukaran uang).
Banyak warga tergiur masuk menjadi peserta di bawah usaha ini. Tercatat dari pengakuan Ahmad Lusi (44), mereka yang telah direkrut menjadi nasabahnya sudah mencapai 816 orang, yang tersebar di berbagai provinsi seperti Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Terbanyak yang ikut berinventasi adalah warga dari Kabupaten Sidrap, Sulsel dan Polman, Sulbar.
Saat BKM mewawancarainya, Ahamd Lusi tidak banyak bicara soal usaha yang digelutinya itu. Hanya diakui jika usahanya ini dirintis sejak tahun 2003 silam.
Dalam modusnya, Ahmad mengaku merekrut masyarakat untuk berinvestasi dengan mata uang asing seperti Dinar Irak. Dia mengaku punya jaringan di Jakarta untuk mendatangkan mata uang asing tersebut.
Untuk meyakinkan warga, peserta ditawarkan beberapa paket yang kesemuanya itu menguntungkan berkali-kali lipat. Bahkan, begitu lengkapnya administrasi, nasabah diberikan sertifikat keaslian uang Dinar tersebut.
Selain itu, juga ada investasi perhiasan emas dan permata, namun kesemuanya palsu. Termasuk ada juga usaha disisipkan kepada peserta investasi, yakni jual beli barang elektronik.
“Tidak ada yang salah, Pak dalam usaha saya ini. Semuanya baik-baik saja. Nasabah saya juga tidak pernah ada yang keberatan,” kelit Ahmad Lusi yang diwawancara usai diambil keterangannya di ruang Intelkam Polres Sidrap, Kamis (19/5).
Menurutnya, usaha investasi miliknya itu memang menguntungkan jika warga rela menanam modal sesuai yang diinginkannya. Sebab, jika nilai tukar rupiah dengan mata uang Dinar Irak menguat, harga Rp100 per satu Dinar akan untung berpuluh-puluh kali lipat. Jika investasi Rp2 juta, maka akan kembali uang hingga ratusan juta rupiah.
“Tergantung nilai tukar. Karena suatu saat nilai Dinar Irak akan ditukar hingga Rp30 ribu hingga Rp41 ribu rupiah per satu dinar. Namun disini kami takut janji nasabah kapan nilai tukar rupiah akan seperti itu,” cetusnya.
Diakui, warga yang telah berinvestasi harusnya lebih sabar menunggu nilai tukar rupiah terhadap dinar menguat hingga 100 persen lebih.
“Rata-rata nasabah yang berinvestasi dari Rp1 juta hingga Rp10 juta per orang. Tergantung yang diinginkan nasabah, berapa nilai mata uang dinar di investasinya,” jelas Ahmad Lusi.
Menurut Ahmad Lusi, selama 13 tahun menggeluti usahanya ini, belum pernah ada nasabah yang berhasil ‘game’ atau menukarkan kurs uang dinar seperti yang dijanjikannya.
“Begitu saja, Pak. Kita harus sabar menunggu, karena itu akan terjadi. Nilai mata uang Irak ditukar tembus angka Rp41 ribu per 1 dinarnya,” terang bapak satu anak ini.
Dalam melakoni usahanya, Ahmad Lusi melibatkan istrinya, Andi Asnada (33) bersama 15 orang pegawainya. “Ada juga usaha investasi perhiasan imitasi. Perhiasan dan permata itu hanya untuk meyakinkan nasabah kalau investasi ini memberi keuntungan besar,” ungkap Ahmad mengambarkan perjalanan usahanya.
Soal adanya barang bukti mesin pencetak dan pengganda uang yang disita itu, Ahmad Lusi mengatakan itu untuk meyakinkan lagi korban jika usaha investasinya tidak bodong.
“Mesin pengganda uang itu jarang saya gunakan. Kebanyakan hanya investasi uang dinar,” tambahnya.
Sebelum menggeluti bisnis ini, Ahmad Lusi ternyata pernah bergabung dalam usaha multi level harta karun emas bernama Yamisa. Namun usaha itu mati suri karena terbelit kasus hukum, karena ada warga yang keberatan dan melapor.
“Saya tutup saja usaha itu karena berpekara di kantor polisi. Saya pernah dipenjara di Polres Palopo selama tujuh bulan gara-gara kasus itu, makanya saya tutup saja dan menggeluti bisnis investasi uang asing,” katanya. (ady/rus/b)



×


Ahmad Lusi Pernah Geluti Multi Level Yamisa

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar