MAKASSAR, BKM — Pertarungan dua elit Partai Demokrat Sulsel, berakhir. Ni’matullah terpilih menggantikan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel. Ia terpilih pada musyawarah daerah (Musda) yang digelar di Four Poin By Sheraton Hotel Jalan Landak Baru Makassar, Kamis (19/5).
Ulla –panggilan akrab Ni’matulah– mendapat kepercayaan peserta musda melalui pemilihan secara voting terbuka. Dari 24 ketua DPC, mayoritas memberikan dukungan kepada Ulla yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel ini untuk kepemimpinan periode 2016-2021. Ia mengalahkan rivalnya, Syamsu Rizal.
Ulla mengantongi 14 suara, sementara Ical –panggilan akrab Syamsu Rizal– mendapat 12 suara. Jumlah suara yang diperebutkan dalam musda sebanyak 26, yang berasal dari DPP 1 suara, DPD 1 suara dan DPC 24 suara.
Musda Demokrat yang dibuka Ketua OKK DPP Demokrat, Pramono Edhie Wibowo di lantai II Hotel awalnya dipimpin Ketua Tim Pengarah (SC), Andi Syamsul Alam Mallarangeng dan Sekretaris, Selle KS Dalle.
Hanya saja, pelaksanaan musda kemudian tidak seperti musda-musda sebelumnya. Kali ini musda digelar secara tertutup di lantai III.
Ironisnya, Ical yang juga merupakan kandidat ketua DPD tidak diperkenankan masuk. Hanya DPP, SC, ketua DPD serta ketua-ketua DPC.
Seperti disampaikan tim pengarah, hanya pemegang hak suara yang diperbolehkan masuk ke dalam ruangan. Termasuk Ni’matullah yang merupakan Ketua DPD Demokrat Sulsel. Sementara Samsu Rizal yang menjabat sebagai sekretaris DPD, tak bisa masuk.
Sebelum pemilihan ketua, forum menyepakati agar Pramono Edhie Wibowo yang tak lain adalah adik ipar SBY menjadi pimpinan musda.
Pada sesi pemilihan awal, Ulla dan Ical mendapat dukungan yang sama dari DPC, yakni masing-masing 12 suara. Ulla unggul satu suara, menjadi 13 setelah DPD ikut memilih.
Melihat terdapat selisih satu suara, maka DPP menjadi penentu apakah mendukung Ulla atau Ical. Jika DPP mendukung Ical, maka posisi suara sama, yakni 13 melawan 13. Akhirnya, Pramono dari DPP memilih peraih suara terbanyak, yakni Ulla. Akhirnya, pertarungan ini dimenangkan Ulla dengan 14 suara melawan 12 suara.
14 suara yang diraih Ulla disinyalir berasal dari DPP, DPD, DPC Makassar, Gowa, Takalar, Palopo, Torut, Lutra, Bantaeng, Barru, Bone, Enrekang, Soppeng dan Bulukumba.
Ketua DPP Reza Ali mengaku puas dengan apa yang menjadi keputusan forum Musda. “Kita harus hormati keputusan yang lahir dalam musda. Sebab musda adalah forum tertinggi di daerah,” ujar mantan anggota DPR RI ini.
Sebelumnya, pada pembukaan, Ulla dan Ical duduk agar berjauhan. Ulla duduk disamping Reza Ali, sementara Ical berada disamping Pramono Edhie.
Ketua Panitia Musda Demokrat Sulsel, Haidar Madjid mengaku bersyukur atas pelaksanaan musda yang berjalan aman dan lancar. Musda Demokrat Sulsel juga dihadiri Andi Nurpati, Andi Gerhan Lantara, Andi Timo Pangerang, Aliyah Mustika, Gatot dan Lusi. (rif)
Musda Digelar Tertutup, Ical tak Boleh Masuk
×

