pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pammana Disulap Jadi Kampung Zakat

WAJO, BKM — Bupati Wajo, Amran Mahmud menghadiri peluncuran program Kampung Zakat di Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Jumat (24/2). Program Kemenag RI ini sejalan dengan gagasan Amran yang ingin menjadikan zakat sebagai salah satu instrumen menumbuhkan ekonomi umat.

Amran kembali menyerukan agar masyarakat makin sadar membayar zakat. Tak hanya untuk menyucikan harta, berarti ikut membantu sesama masyarakat.
“Saya, sejak tahun 2009 saat menjabat Wabup, sudah meminta kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) agar gaji saya dibersihkan, dikeluarkan zakatnya sebelum digunakan. Saya mengajak para kepala OPD untuk menyisihkan dan membersihkan penghasilannya,” ujar Amran.
Barul pada 2019, lanjut Amran, saat menjabat Bupati Wajo menyerukan kepada para ASN membersihkan penghasilannya dengan menyisihkan sesuai haul dan nisabnya sebelum dibelanjakan. Beberapa manfaat zakat yang disisihkan melalui Baznas dan lembaga zakat lainnya. Zakat banyak membantu masyarakat membutuhkan sesuai aturan penyaluran zakat.
“Alhamdulillah, sudah banyak saudara kita yang terbantu dengan zakat yang dikumpulkan Baznas dan lembaga lainnya. Bahkan, ada yang dibedah rumahnya serta dibantu berbagai kesulitannya yang memenuhi syarat sebagai penerima,” jelasnya.
Amran menyampaikan terima kasih kepada Dirjen Bina Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, yang sudah berkunjung ke Wajo dan menjadikan Pammana sebagai lokasi kampung zakat.

“Kita berharap kampung zakat ini meningkatkan kesadaran masyarakat membayar zakat sehingga tujuan pemberdayaan masyarakat bisa tercapai. Semoga semangat kampung zakat ini bisa menular ke kampung-kampung lainnya,” harapnya.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor, menjelaskan program Kampung Zakat adalah upaya pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi dana zakat yang dikumpulkan.

“Kita ingin agar zakat ini produktif, bukan hanya sekadar membantu kebutuhan pokok masyarakat, tetapi untuk meningkatkan roda perekonomian agar dapat mencapai taraf hidup sejahtera dengan berkolaborasi lembaga zakat yang ada,” bebernya.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Khaeroni, menyampaikan zakat adalah ibadah sosial. “Umat Islam diwajibkan membayar zakat setiap tahunnya. Minimal zakat fitrah yang bahkan diwajibkan bahkan untuk bayi baru lahir,” ucapnya.

Di luar itu, Khaeroni yang sudah sering ke Wajo dan dijamu Amran memuji masakan yang dihidangkan di Rujab Bupati Wajo. “Saya paling suka ke Wajo, apalagi ke Rujab Bupati. Sup kambingnya enak, masakan udangnya enak. Pokoknya makanannya enak,” ungkapnya.
Peluncuran dihadiri jajaran Forkopimda Wajo, pejabat Kemenag RI, Kanwil Kemenag Sulsel, para kepala Kemenag kabupaten/kota se-Sulsel, kepala kantor dan para pejabat Kemenag Wajo, Camat Pammana, Junisatri Rasyid, bersama muspika dan kepala desa/lurah, para tamu kehormatan, pemerhati zakat, komunitas, organisasi, serta undangan lainnya.
Sementara, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan program Kampung Zakat Kemenag telah bergulir sejak 2018. Per Januari 2023 lalu jumlahnya mencapai 514. Sepanjang 2023 ini ditargetkan bisa mencapai 1.000. (ono/C)




×


Pammana Disulap Jadi Kampung Zakat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link