pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tiga Tersangka Langsung Ditahan

SIDRAP, BKM — Kapolres Sidrap memberi jaminan kepada para korban investasi bodong berkedok uang asing agar tidak takut melapor. Hal itu menyusul adanya ancaman yang ditebar orang-orang Ahmad Lusi dkk bahwa uang hangus bila korban berani melapor ke polisi.

Hal itupun membuat para korban enggan melaporkan kasus penipuan ini ke Polres Sidrap. Mereka mengaku telah diancam oleh anggota dan pengurus Yayasan Ummul Khair pimpinan Ahmad Lusi.
“Terus terang pak kami diancam uang kami hangus kalau kami diantaranya adalah sebagai pelapor korban,” ungkap Hasnah dan Mustafa warga Sidrap yang ikut menjadi peserta investasi uang Dinar, Minggu (22/5).
Hasnah dan Mustafa mengaku telah berinvestasi tidak lebih dari Rp5 juta uang ditukarkan dengan dua lembar uang mata dinar Irak senilai 20 ribu dinar.
Dalam kasus ini beberapa korban lainnya ada yang sampai Rp500 juta uang dan asetnya diserahkan kepada pimpinan Yayasan Ummul Khair ini.
Sementara Kapolres Sidrap AKBP Anggi Naulfar Siregar yang dikonfirmasi, Minggu (22/5) menegaskan pihaknya akan memberikan jaminan baik keselamatan maupun inestasi kepada para korban yang bernai melapor ke polisi.
“Jelas kami bantu korban, inikan sudah bentuk penipuan besar makanya kami arahkan semua korban untuk melapor, kami akan berikan jaminan,” kata Kapolres, kemarin.
Sementara, kasus investasi bodong di Sidrap, terus didalami penyidik Reskrim. Beberapa korban diantaranya tercatat sebagai aparat.
Selain dari unsur masyarakat biasa jadi korban investasi ini, juga didata ada sejumlah pengusaha dan pegawai, bahkan polisi memastikan adanya korban dari kalangan aparat.
“Selain anggota TNI ada juga anggota polisi mas, namun sudah resmi melapor baru yang anggota polisi yang bertugas di Polsek Panca Rijang, Sidrap, satunya lagi ada ibu rumah tangga,” ujar Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Chandra Yudha Pranata.
Hingga kemarin, penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sidrap, kata Chandra, telah menetapkan tiga orang tersangka, ketiganya sudah resmi ditahan.
“Dari sebelas terduga yang pernah kita amankan sebelumnya, sudah ada tiga diantaranya yang telah ditahan, yakni bosnya, Ahmad Lusi dan dua anak buahnya, Burhanuddin dan Yunus,” kata Chandra.
Lantas, bagaimana dengan Andi Asnada, istri tersangka Ahmad Lusi yang disebut-sebut punya peran penting dibalik bisnis penukaran uang dinar, perhiasan palsu serta barang-barang elektronik itu?
Khusus Andi Asnada dan tujuh terduga lainnya, sambung Chandra, belum ditetapkan tersangka. Peran Andi Asnada, berikut tujuh pria yang diduga anak buah suaminya itu, sementara masih dalam tahap penyelidikan.
“Yang pasti kita masih terus menyelidiki perannya, juga masih menunggu korban-korban lainnya yang kira-kira dapat menunjuk keterlibatan mereka,” kata Chandra.
Terpisah, Kasat Intelkam Polres Sidrap, AKP Fantry Taherong, menegaskan, pihaknya akan terus menelusuri kasus tersebut guna mencari ada tidaknya keterlibatan Andi Asnada dan tujuh terduga lainnya itu.
“Anggota masih berupaya mengumpulkan keterangan dan mencari alat-alat bukti lainnya, itu sesuai perintah langsung Kapolres Sidrap, AKBP Anggi Naulifar Siregar,” tegas Fantry.
Fantry menegaskan, pengusutan kasus tersebut tidak akan berhenti hanya pada tiga terduga yang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Reskrim itu.
“Makanya, kami juga masih akan menggeledah ulang rumah dan kantor Yayasan Ummul Khair yang terletak di Kampung Penanong, Desa Cipotakari, Kecamatan Panca Rijang itu. Kami menduga ada aktivitas lain disana,” kata Fantry, menutup. (ady/C)



×


Tiga Tersangka Langsung Ditahan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar