MAKASSAR, BKM–Partai Ummat Provinsi Sulawesi Selatan akan menyerahkan berkas para bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi dan Kabupaten Kota pekan depan hingga 14 Mei mendatang.
Hal tersebut disampaikan juru bicara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Ummat Sulsel Dr Syahruddin Yasen. “Partai Ummat akan menyerahkan berkas Bacaleg ke KPU pada Minggu pertama hingga 14 Mei mendatang,”ujar Syahruddin Yasen, Senin (1/5).
Syahruddin yang juga Wakil Ketua DPW Partai Ummat Sulsel ini juga menyampaikan soal teknis pengurusan SKCK, Surat Keterangan tidak pernah dipidana, keterangan sehat jasmani dan rohani, agar seluruh Bacaleg tetap semangat dan bersabar untuk mengurus mekanisme persyaratan adminitrasi Caleg, mulai dari RT/RW, Lurah, Polsek, Polwiltabes, Rumah Sakit Pemerintah untuk tiga macam paket kesehatan.
“Artinya sahabat-sahabat harus tetap semangat mengurus seluruh persyaratan adminitrasi pencalegan meskipun agak melelahkan dan disertai biaya-biaya,” tandas Yasen yang juga Bacaleg Dapil 5 Makassar dari Kecamatan Mamajang-Mariso dan Tamalate.
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Ummat Kota Makassar telah merampungkan nama-nama untuk seluruh Daerah Pemilihan (Dapil) di Makassar.
“Dari lima Dapil, kami DPD Partai Ummat Kota Makassar sudah merampungkan seluruh quota Bacaleg yang akan bertarung pada pemilu 2024 ,”ujar Ketua DPD Partai Ummat Kota Makassar, Naspul Sulaiman.
Hal tersebut mengemuka saat rapat koordinasi pemantapan dengan Bacaleg seluruh Dapil kota Makassar yang berlangsung di Sekretariat DPD Partai Ummat Kota Makassar, baru-baru ini.
Natspul Sulaiman yang juga Bacaleg DPRD Sulsel dari Dapil Makassar A tersebut menambahkan, kesiapan Partai Ummat sudah mantap apalagi Makassar sebagai barometer kemenangan.
Harapannya, Partai Ummat bisa menang dan meraih satu fraksi di DPRD, sehingga mampu bersaing dan melakukan political bargaining position, ketika terjadi perhelatan Pilwali Makassar kedepan.
Peserta rapat terdiri atas Bacaleg merespon baik dan siap melakukan perjuangan dan pengorbanan demi memenangkan Partai Ummat di masing-masing Dapil.
“Kami siap berkorban dan demi partai ummat saya siap menjadi kayu bakar demi memenangkan teman2 untuk duduk dan saya pada awalnya tidak tertarik dengan politik tetapi karena membaca platform partai ummat yang ingin menegakkan kebenaran, amar makruf nakhil mungkar, maka sayapun harus siap diri mensupport partai ummat,” tandas salah seorang Bacaleg Khaeruddin Dg.Sila.
Terpisah, Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PMW) Sulsel menjadi panelis pada Uji Kompetensi dan Kepatutan (UKK) untuk Bacaleg DPRD Sulsel dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Panelis di hari pertama UKK dari PMW yakni Mustari Bosra dan Dr. Pantja Nur Wahidin, serta Saiful Saleh hari selanjutnya.
UKK Bacaleg PKB diikuti dari Dapil Sulsel 1, 2 dan 3, Sabtu (29/4) di Kantor PKB Makassar, Jl Hertasning.
Ketua Bappilu PKB Sulsel, Syamsu Rizal membenarkan PMW menjadi bagian tim menguji Bacaleg PKB. Menurut Deng Ical sapaan Syamsu Rizal masuknya tokoh Muhammadiyah ini sebagai penguji eksternal menjadi anugrah dan kesyukuran bagi PKB. “Ini membuktikan PKB partai yang terbuka, dan pemikiran terkait gagasan kebangsaan dari Muhammadiyah menjadi penguji Bacaleg PKB,” kata Deng Ical.
Mantan Wakil Wali Kota Makassar mengatakan tim panelis menguji Bacaleg melalui wawasan keumatan dan memberikan masukan untuk mengukur kompetensi caleg.
Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad tak lupa menyampaikan apresiasi semangat dari Bacaleg dan pengurus PKB yang antusias mengikuti UKK.
Menurut Azhar, UKK menguji Bacaleg untuk menjadi represtasi partai untuk bertarung di Pemilu 2024.
“Pengalaman saya sebagai Ketua Fraksi betul-betul paham bukan hanya punya visi tapi paham fungsi-fungsi sebagai presentasi sebagai legislator,” kata Azhar yang juga Anggota DPRD Sulsel.
Ia menambahkan berterima kasih kepada para panelis baik dari Muhammadiyah, NU, Ormas, NGO, hingga seniman yang menjadi bagian untuk melahirkan bacaleg representasi kemajuan bangsa.
“Jadi saya berterima kasih pada seluruh penelis eksternal mulai dari seni ada sobat sahabat Fadly ada Profesor Doktor Mustari Bosra dari Muhammadiyah, NU ada Pak Karim dari LSM macam-macam,” katanya.
Lanjut Azhar, baik Bacaleg baru hingga incumbent diundang UKK. Itu artinya, kata Azhar bahwa PKB memang membuka diri. “Saya kira tetap menjadi prioritas ya untuk dapat slot cuman UKK ini kenapa tetap dibutuhkan petahana, kita ini juga mau memastikan apakah selama ini dia bekerja sebagai anggota DPR,” sambungnya.
Sementara salahsatu penelis yang juga seniman Andi Fadly Arifuddin atau akrab disapa Fadly Padi mengatakan kesyukurannya dipilih salahsatu panelis bacaleg. “Alhamdulillah bersyukur dan saya bisa juga mendapatkan inside tentang bagaimana seseorang itu harus menjadi wakilnya kami semua. Serta memberi kesempatan untuk bisa melihat visi-visi wawasan gagasan dan menjalankan rencana-rencana besar perjuangan Indonesia,” katanya. (rif)

