MAROS, BKM — Membludaknya jumlah penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin selama masa mudik dan balik lebaran Idulfitri 1444 Hijriyah, membuat aktivitas di Bandara Hasanuddin tampak padat.
Kondisi ini tentu membuat beragam fasilitas yang ada di Bandara, di antaranya troli, juga banyak digunakan para penumpang dan calon penumpang. Bahkan, ada penumpang yang mempertanyakan minimnya jumlah troli yang tersedia di Bandara Hasanuddin ini.
Menanggapi keluhan pengguna jasa Bandara Sultan Hasanuddin terkait minimnya fasilitas troli di area keberangkatan, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin, Wahyudi, angkat bicara.
Wahyudi menuturkan, pihaknya menyampaikan permohonan maaf terkait ketidaknyamanan tersebut. Dikatakan, pihaknya juga telah mengantisipasi terkait kekurangan troli di waktu penerbangan padat. Seperti halnya saat perayaan Idulfitri.
”Kami telah mengantisipasi terkait kekurangan troli di hari menjelang hari raya idul fitri. Kami telah menambahkan sekitar 750 troli,” ujarnya kepada awak media, Rabu (3/5).
Sebelumnya, kata Wahyudi, pihak Bandara telah memiliki troli sebanyak 800 buah. Dengan pmenambahkan 750 troli baru, dianggap sudah mencukupi kebutuhan pengguna jasa bandara.
”Dengan adanya tambahan 750 troli baru, maka total troli di Bandara sekitar 1.550 buah. Dengan jumlah ini seharusnya sudah cukup memenuhi kebutuhan calon penumpang pesawat,” jelasnya.
Wahyudi menjelaskan, dengan jumlah tersebut sudah sesuai dengan perhitungan yang telah ditetapkan level off service oleh Angkasa Pura. Diskusi, pada puncak arus mudik dan arus balik memang terjadi kekurangan troli. Hal ini dipicu melonjaknya jumlah penumpang. Sehingga semua troli yang berjumlaj 1.550 itu terpakai.
”Hari H arus balik memang mengalami kekurangan. Karena memang terjadi lonjakan penumpang. Kami sendiri kemarin memprediksikan jumlah penumpang sampai 37 ribu lebih. Namun ternyata ada lonjakan penumpang hingga 40.500 penumpang. Sehingga hampir semua troli digunakan penumpang pesawat,” terangnya.
Sementara itu salah seorang calon penumpang, Emi, menuturkan, dia dan rombongan menggunakan troli. Namun dia tidak harus menunggu troli. Karena ternyata ketersediaan troli di area keberangkatan cukup banyak.
”Tadi kami turun, sudah ada troli yang tersedia. Saya tidak pernah kesusahan untuk mendapatkan troli. Mungkin karena saat ini sudah bukan arus mudik, jadi penumpang tidak lagi terlalu banyak,” pungkasnya. (ari/c)

