GOWA, BKM– Saat ini ada puluhan warga yang telah mencalonkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) untuk DPRD Gowa yang tersebar pada tujuh daerah pemilihan (Dapil). Mereka berkompetisi untuk mengisi 45 kursi di DPRD Gowa.
Saking banyaknya Bacaleg Gowa membuat kompetisi akan berlangsung seru pada 14 Februari 2024 nanti. Karena itu masyarakat diimbau tidak salah dalam memilih wakilnya nanti.
Sesuai data KPU Gowa, terdapat 7 Dapil masing-masing Dapil 1 Somba Opu memperebutkan 9 kursi, Dapil 2 meliputi Kecamatan Bontomarannu, Pattallassang, Manuju, Parangloe memperebutkan 6 kursi.
Dapil 3 meliputi Kecamatan Tinggimoncong, Tombolopao dan Parigi memperebutkan 4 kursi. Dapil 4 meliputi Kecamatan Bungaya, Bontolempangang, Biringbulu dan Tompobulu memperebutkan 6 kursi. Pada Dapil 5 meliputi Bontonompo dan Bontonompo Selatan memperebutkan 4 kursi. Dapil 6 Bajeng dan Bajeng Barat memperebutkan 6 kursi serta Dapil 7 meliputi Pallangga dan Barombong memperebutkan 10 kursi.
Pada 7 Dapil ini menyebar Bacaleg dari berbagai partai politik. Karena itu masyarakat harus cerdas memilih sehingga keterwakilan mereka nanti di legislatif tidak sia-sia dan yang terpilih betul-betul bisa bekerja untuk rakyat.
Bacaleg Partai Gerindra Gowa Hasrul Abd Rajab (HAR) mengaku para calon wakil rakyat yang masuk nanti adalah betul-betul orang yang akan bekerja mengawal aspirasi masyarakat.
Karena itu HAR meminta para pemilih, khususnya di Dapil 1 Kecamatan Somba Opu untuk cerdas memilih wakilnya nanti. “Saya mengajak para pemilih pemula milenial untuk menjadi pemilih yang cerdas,” kata Hasrul.
Menurut Ketua Milenial Peduli Sulsel (MPS) ini, sebagai pemilih yang cerdas, harus memastikan nama pemilih sudah terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) nanti.
Salah satu caranya mengetahui calon wakilnya terdaftar dalam DCT nanti adalah dengan mengunjungi kelurahan tempat tinggal Bacaleg. “Bila belum terdaftar, laporkan agar dapat dimasukkan segera ke daftar pemilih hasil perbaikan (DPHP). Jangan fakum, kita harus proaktif mencari tahu informasi dan rekam jejak para calon wakil ta’. Kita harus tahu bagaimana rekam jejak calon wakil ta’. Buka media sosial cari tahu siapa-siapa mereka. Yang ketiga kita sebagai pemilih harus aktif mengikuti perkembangan informasi soal Pemilu. Ingat janganki golput karena itu tidak mencerminkan anda sebagai seorang nasionalis yang punya sikap dan punya karakter sebagai anak bangsa. Mari kita turut memberikan informasi kepada kerabat kita yang lain untuk tetap menyalurkan hak pilihnya dan jangan golput,”kata HAR, Senin (19/6).
Hal itu disampaikan HAR saat melakukan kunjungan silaturahmi ke warga yang ada di Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Minggu (18/6).
Kunjungan HAR ini sebagai silaturahmi menjelang pileg khususnya mensosialisasikan terkait sistem proporsional terbuka yang telah menjadi putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
“Iya keberadaan saya di Tamarunang adalah memenuhi undangan para masyarakat setempat termasuk kelompok majelis taklim ibu-ibu dan komunitas pemuda. Di agenda ini saya memberikan masukan agar warga tampil menjadi pemilih yang memiliki jiwa nasionalis dengan tidak menjadi golput. Tidak golput itu adalah bagian dari nasionalisme kita sebagai warga yang berpancasila dan bagian dari simbol pemilih cerdas,”kata HAR. (sar/rif)

