pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bentuk Tim Perlindungan Anak

BUPATI Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku trenyuh dengan peristiwa kekerasan terhadap anak dalam kurun dua bulan terakhir ini. Kasus kekerasan anak khususnya pencabulan atau pemerkosaan tengah mendera Gowa. tak hanya Kabupaten Gowa, daerah lain pun di Indonesia didominasi dengan kekerasan anak tersebut.
Karena menjadi maraknya, United Nations Children’s Fund (UNICEF) sebagai organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melindungi hak-hak anak dan kaum muda mengeluarkan teguran agar seluruh pemerintah melakukan gerakan penanggulangan dan penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap anak dan kaum muda serta perempuan yang saat ini menjadi tranding topic di berbagai daerah.
Adnan mengakui, dalam satu bulan terakhir di Kabupaten Gowa, ada lima kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. ”Ini sangat menggugah hati kita semua dan berusaha mencermati apa kira-kira yang menjadi pemicu maraknya tabiat amoral yang dilakukan sejumlah keluarga. Seperti ada bapak tiri memperkosa anaknya tirinya, ada bapak yang perkosa menantu, ada kakek yang perkosa cucunya dan ada juga bapak yang menendang anaknya di ayunan hingga anaknya itu meninggal dunia. Ini sangat riskan dan sangat memprihatinkan,” tandas ayah dua anak ini disela memberikan sambutan pada rangkaian acara peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas berlantai dua milik Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kecamatan Pallangga, Selasa (24/5) siang.
Karena fenomena buruk yang saat ini marak terjadi membuat Bupati Gowa ini mengimbau semua stakeholder yang ada termasuk jajaran Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Gowa untuk bersama-sama dengan pemerintah kabupaten melakukan pencerahan kepada masyarakat, pelajar dan sebagainya agar lebih memperkuat rasa keimanan dan ketakwaan sehingga perilaku-perilaku buruk yang mengarah kepada kekerasan terhadap anak dan perempuan bisa dihilangkan.
Menurut Adnan, pihak UNICEF sudah melayangkan teguran sebagai dampak menjamurnya aksi kekerasan terhadap anak dan perempuan serta kaum muda. Sebagai tindak lanjutnya, tambah Adnan, Pemkab Gowa telah membentuk tim perlindungan anak dan perempuan untuk mengatasi aksi kekerasan tersebut.
”Saya mengimbau masyarakat khususnya para orangtua agar dapat menjaga anaknya masing-masibg. Ini perlu diperhatikan karena kita sudah dapat teguran dari UNICEF. Namun kita semua pahami bahwa dalam upaya penanganan masalah ini, permerintah tidak bisa jalan sendiri. Maka dibutuhkan seluruh peran para elemen masyarakat, termasuk NU. Kita ini sangat memiliki kendala dalam melakukan pengawasan ke dalam rumah masing-masing warga. Karena itu diharapkan peran serta kita semua. Kekerasan terhadap anak dan perempuan serta anak muda harus kita perangi. Kasihan anak-anak kita, mereka itu adalah generasi penerus yang merupakan calon-calon pemimpin bangsa. Jika masa depan mereka dirusak begitu saja maka apa yang bisa kita banggakan di masa datang,” tandas bupati.
”Kita sudah bentuk tim perlindungan anak di Gowa dengan bekerjasama UNICEF. Kita berharap dengan penanganan berbagai aspek ini, perilaku buruk pemicu kekerasan anak bisa teratasi,” jelas bupati. (sar-ril)



×


Bentuk Tim Perlindungan Anak

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar