WAJO, BKM — Pemkab Wajo mengikuti verifikasi lanjutan penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional oleh tim verifikator pusat yang digelar secara virtual di Ruang Lounge Kantor Bupati, Rabu (2/8).
Verifikasi lanjutan diikuti Bupati Wajo, Amran Mahmud didampingi para Kepala OPD, Ketua Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Wajo, Sitti Maryam, tim Pembina FKS serta undangan lainnya. Tim verifikasi pusat dipimpin Hadrian Marta sebagai Ketua Tim bersama Wakil Ketua, Lucky Aris Suryono, Verifilator Utama, Diana Nurhayarti dan para verifikator pendamping.
Kabupaten Wajo sebelumnya lolos verifikasi dokumen KKS, di verifikasi Lapangan hari ini secara virtual di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Wajo, Rabu (2/8) kemudian mengikuti verifikasi lanjutan ini.
Verifikasi lanjutan ini untuk mencocokkan kondisi di lapangan dengan dokumen yang telah dilaporkan Forum Kabupaten Sehat (FKS) Wajo.
Bupati Wajo, Amran Mahmud memaparkan penyelenggaraan Kabupateb Sehat di Kabupaten Wajo. Menurutnya, nilai setiap tatanan yang menjadi indikator penilaian Kabupaten Sehat di Kabupaten Wajo sudah berhasil memenuhi nilai minimal 91 persen.
“Bahkan Pemkab Wajo terus memberikan dukungan, baik pada aspek regulasi, pendanaan maupun penyediaan sarana dan fasilitas untuk penyelenggaraan Kabupaten Sehat,” ucapnya.
Dalam verifikasi Kabupaten Sehat periode 2021-2022 Kabupaten Wajo menargetkan meraih Swasti Saba Wistara yang kelima kalinya, setelah empat kali berturut-turut memperoleh penghargaan yang sama sejak tahun 2015.
Bahkan pada tahun 2023, Kabupaten Wajo diundang WHO Asia Tenggara (SEARO) untuk menjadi Anggota Jejaring Kota Sehat, sehingga beberapa waktu lalu, Kabupaten Wajo telah mengikuti Workshop di Nepal dan mengikuti Training Urban Leader di Makassar.
“Kabupaten Wajo Masuk menjadi Kabupaten Pertama di Indonesia sebagai anggota Jejaring Kabupaten/Kota Sehat WHO Asia-Tenggara pada Tahun 2022 dan sudah terlibat pada kegiatan WHO di Tiga Negara yaitu Bangkok, Denmark dan Nepal sebagai Narasumber tentang Pemberdayaan Masyarakat Lansia di Kabupaten Wajo,” ungkapnya.
Direktur Jenderal Penanganan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu mengatakan tahun 2023 merupakan tahun penghargaan sekaligus sebagai bentuk perayaan kabupaten-kota yang telah berhasil menyelenggarakan KKS.
“Terima kasih kepada semua stakeholder yang teribat di KKS dalam upaya memenuhi persyaratan penghargaan Swasti Saba Tahun 2023 yang cukup berbeda dari 9 kali penyelenggaraan sebelumnya,” ujarnya.
Penyesuaian tersebut kata Maxi Rein Rondonuwu, perlu dilakukan sebagai respon terhadap dinamika situasi global dan kebijakan pembangunan nasional. (ono)

