MAKASSAR, BKM — Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang dibentuk Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di awal pemerintahannya tidak lagi mendapat tempat di Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin.
Untuk memaksimalkan program prioritas di Sulsel, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin membentuk kelompok kerja yang akan melakukan intervensi program agar bisa dioptimalkan.
Bahtiar Baharuddin mengatakan, kelompok kerja yang ia cipta itu menjadi empat bagaian yang bakal memberikan atensi antisipasi Inflasi, atensi untuk kemiskinan ekstrem, penanganan stunting, dan penanganan ketahanan pangan.
“Saya bikin 4 Pokja di Provinsi untuk menggerakkan (program) prioritas provinsi,” bebernya di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (14/9).
Ia menuturkan, Pokja penanganan Inflasi akan dikomandoi oleh Assiten II Pemporv Sulsel, Ichsan Mustari. Pokja Penanganan Stunting akan dikomandoi oleh Asisten I Muh Rasyid. Pokja Penanganan Kemiskinan Kestrem akan dikomandoi oleh Asisten III pemprov sulsel Tautoto Tana Ranggina, dan Pokja Ketahanan Pangan itu akan dikomandoi oleh Kepala Dinas TPH-Bun Sulsel, Imran Jausi.
Para Kelompok Kerja ini bakal memberikan atensi penuh pada program yang bakal dimasifkan selama ia menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel beberapa waktu kedepan.
Apalagi kata dia, Kemendagri rutin melakukan evaluasi dan perkembangan terhadap program-program itu, yang juga merupakan program nasional.
“Kita setiap senin akan dievaluasi oleh Kemendagri pusat tentang perkembangan tiap daerah. Harus ada tindakan lanjutannya,” tuturnya.
Ia menyampaikan, sekaitan dengan deretan program priorotas itu, Bahtiar mengaku juga akan mendapatkan evaluasi dari pihak mendagri.
Empat pokja ini akan bekerja keras membantu Pj Gubernur Bahtiar. Ia menyampaikan harapannya, dengan dibentuknya Pokja itu dapat betul-betul menjadi solusi dari penangan permasalahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. (jun)

