pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

PSI Makassar Gelar Pelatihan Jurnalistik

MAKASSAR, BKM–Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Makassar menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalistik bertema “Memahami Kerja-kerja Wartawan” yang diikuti sebanyak kurang lebih 60 peserta dari kalangan jurnalis media online daerah ini, bakal calon legislatif (bacaleg) dan kader partai berlambang gambar tangan memegang bunga mawar tersebut.
Hajatan pelatihan yang diagendakan berlangsung selama 2 hari, sejak Jumat hingga Sabtu (23/9) di Sekretariat DPD PSI Kota Makassar, Jl. Diponegoro No.138 Makassar.

Pelatihan jurnalistik menghadirkan dua pemateri berkelas, yakni wakil ketua PWI Sulsel Suwardy Tahir (Asesor Uji Kompetensi Wartawan) dan wartawan senior dari dewan pers Dr. Muh. Dahlan Abubakar.

Pemateri itu didampingi dua fasilitator masing-masing Arwan Dg Awing dan Rusdy Embas.
Kegiatan ini dibuka Ketua DPD PSI Kota Makassar, Israel Rante Lebang dihadiri Ketua DPP PSI Bidang Pembangunan Kota dan Tata Ruang Hj. Takudaeng Parawansa, Bendahara DPW PSI Sulsel Andi Maharadina, Sekretaris DPD PSI Kota Makassar Mubaraq, dan Ketua Bidang Media DPD PSI Kota Makassar James Wehantouw.
Israel Rante Lebang menyampaikan apresiasi terhadap gawe pelatihan jurnalistik dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dan diikuti peserta dari berbagai kalangan.

“Kami DPD PSI Kota Makassar mengundang para narasumber yang ahli dan berkompeten. Ini dimaksudkan agar teman-teman peserta, bukan hanya memahami namun bisa menjiwai penulisan pada setiap kegiatan sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ditambahkan, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan para kader (PSI) bisa memahami cara kerja wartawan, sehingga mampu hadir untuk masyarakat.

Suwardy Tahir berharap agar kedepan, Kode Etik Jurnalistik (KEJ) tidak lagi menjadi milik para wartawan ataupun jurnalis, tapi juga menjadi milik masyarakat.
Kepada peserta pelatihan, Suwardy juga mengingatkan bahwa media mainstream kini punya saingan yakni media sosial (medsos). Semua orang kini mampu memproduksi informasi melalui media sosial. Namun, ia mengingatkan agar hati-hati memproduksi informasi lewat medsos, sebab bisa saja terjerat kasus hukum. Misalnya, pencemaran nama baik. (rif)



×


PSI Makassar Gelar Pelatihan Jurnalistik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link