GOWA, BKM — Memasuki bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) pada September ini dilakukan imunisasi kepada para murid SD kelas 1, 2 dan 5. Imunisasi dilakukan di sekolah setempat pada pukul 09.00 Wita, Selasa (26/9).
Pelaksanaan imunisasi BIAS ini menurut Kepala Puskesmas Bontomarannu, dr Rahmi Aditama Rasyid, sebagai imunisasi rutin yang dilakukan setiap September dan November.
Imunisasi ini dilaksanakan berdasarkan surat edaran Kemenkes RI No IM.04.01/C/3418/2023 tentang pelaksanaan kegiatan bulan imunisasi anak sekolah yang dilaksanakan pada bulan September dan November 2023.
Dalan surat edaran itu disebutkan dr Rahmi, untuk September murid kelas 1 diimunisasi Campak MR dan murid kelas 5 (khusus murid perempuan) diimunisasi HPV (pencegahan kanker mulut rahim).
Sementara pada bulan November berikutnya dilakukan pemberian imunisasi DT kepada murid SD Kelas 1 dan kepada murid kelas 2 dan Kelas 5 diberi imunisasi TD.
Dalam pantauan saat pelaksanaan imunisasi Campak MR di SDI Bontomanai berlangsung, terlihat puluhan murid Kelas 1 antri menunggu giliran disuntik lengan kirinya. Ada yang diam saja dan ada yang berekspresi kesakitan saat jarum disuntikkan ke lengannya.
Salah seorang murid kelas 1 bernama Raffi Effendy mengaku sakit saat ditanya bagaimana rasanya diimunisasi. ”Iye sakitki tapi tidak lamaji,” kata Raffi yang diimunisasi didampingi guru dan kakaknya.
Terpisah Kadis Pendidikan Gowa, Taufik Mursad, melalui Kabid SD, Ulfa Tenri Batari, mengatakan, untuk agenda imunisasi tersebut adalah kegiatan langsung pihak Puskesmas ke sekolah-sekolah.
”Jadi itu murni program Dinas Kesehatan melalui Puskesmas yang langsung ke sekolah-sekolah,” kata Ulfa.
Kadis Kesehatan Gowa, drg Haris yang dikonfirmasi terkait pelaksanaan imunisasi BIAS bagi murid SD ini mengatakan, ada beberapa manfaat jika anak diberikan imunisasi dalam BIAS ini antara lain pertama, anak usia sekolah akan terhindar dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi ( PD3I ). Kedua, imunisasi ini akan meningkatkan kekebalan anak.
Untuk jenis imunisasi yang diberikan adalah untuk kelas 1 SD berupa imunisasi Difteri Tetanus (DT) dan campak. Untuk murid kelas 2 SD adalah jenis imunisasi Tetanus Difteri (TD) dan untuk kelas 5 berupa imunisasi TD (bagi lakilaki) dan bagi murid perempuan diberi imunisasi Human Paviloma Virus (HPV) untuk mencegah kanker rahim.
”Manfaat dari imunisasi ini adalah anak mendapatkan kekebalan tubuh sesuai dengan antigen yang diberikan. Dan kenapa hanya murid kelas 1,2 dan 5 yang diikutkan BIAS ini karena di usia anak kelas 1, 2 dan 5 ini dianggap daya tahan tubuhnya (anak) sudah mulai menurun, makanya diberikan booster. Apalagi menurut penelitian, pada usia murid kelas 1,2 dan 5 banyak anak yang terkena campak dan difteri, jelas Haris.
Ditanya kenapa imunisasi HPV ini hanya diberikan kepada murid perempuan SD bukan fokus ke siswi SMP dan SMA, menurut drg Haris alasan mendasarnya adalah efektivitas.
”Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa vaksin HPV yang diberikan terhadap anak perempuan usia SD terutama yang belum menstruasi, dinilai lebih efektif daripada kelompok remaja dan dewasa. Karena kita sistemnya mencegah bukan mengobati. Makanya, pencegahan dilakukan sejak dini yakni dari usia anak SD,” kata Kadis Kesehatan Gowa. (sar)

