pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hidupi Enam Anak dengan Modal Jualan Gorengan

GARIS nasib dan rejeki tak pernah kita tahu. Semua menjadi urusan Tuhan. Kita hanya diwajibkan untuk berusaha dan berjuang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Laporan: RAHMA AMRI

Prinsip itu dipegang teguh Herlina Djamal, single parent yang harus berjuang dan menghidupi enam anaknya dari berjualan gorengan.
Wanita 43 tahun ini berusaha memaknai suratan takdir yang sudah digariskan untuknya. Dengan penghasilan rata-rata dalam sehari Rp25 ribu hingga Rp30 ribu, tentu sangat jauh dari cukup.
Sebelum berjualan gorengan, wanita yang akrab disapa Canti’ ini membantu di warung kakaknya berjualan nasi kuning, nasi campur, dan aneka kebutuhan pokok.
Dia mulai berjualan sejak tahun 2002.
Gorengan yang dijual cukup terbatas karena modalnya juga sedikit. Hanya bakwan dan ubi goreng. Jika sedang musim sukun, dia juga menjual sukun goreng.
Untuk berjualan gorengan, dia harus menyiapkan modal sekitar Rp200 ribu. Itu diluar modal peralatan masak seperti wajan, kompor dan piring.
Sejak subuh, dia sudah bangun untuk mempersiapkan jualannya. Selain menjual di ga’de-ga’de dekat rumahnya di bilangan Jalan Kasuari, dia juga menitipkan goreng ke sejumlah warung tetangganya.
Hasil penjualan gorengan itulah yang setiap hari diputar untuk menghidupi keluarganya. Namun dia tak pernah mengeluh. Keuntungan dari berjualan gorengan hanya bisa dialokasikan untuk biaya hari-hari anaknya ke sekolah. Yah, dua anaknya saat ini sementara duduk di bangku sekolah. Satu di SMP dan satu lagi di SMA. Beruntung, satu anaknya ditanggung salah seorang kakaknya.
Di rumah peninggalan orang tuanya, selain Canti’ dan anak-anaknya, juga tinggal beberapa saudara lainnya. Nah, untuk kebutuhan makan sehari-hari, dipenuhi oleh sang kakak.
“Jadi hasil dari jualan sehari kadang dapat Rp80 ribu, untungnya sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu. Itu yang dipake anak-anak untuk sekolah,” jelasnya.
Walaupun hidup serba kekurangan, Canti’ tetap menyekolahkan anak-anaknya. Dia menyadari sekolah sangat penting untuk modal anak-anaknya hidup lebih baik ke depan. (rhm/war)



×


Hidupi Enam Anak dengan Modal Jualan Gorengan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar