MAKASSAR, BKM — Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulbar yang akan digelar pada Februari 2017 mendatang, mulai dibicarakan ditingkat elit DPD Partai Golkar Sulbar. Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat pengurus yang dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar (PG) Sulbar, Hamka B Kady dan Sekretaris PG Sulbar, Hamzah Hapati Hasan, di Hotel Amaris Jalan Hertasning Makassar, Minggu (29/5).
Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menyikapi proses penentuan bakal calon gubernur dan wakil gubernur (Wagub) Sulbar. Pertemuan ini dihadiri para Ketua DPD II PG Sulbar se Provinsi Sulbar, di antaranya Ketua DPD II PG Mamuju Utara (Matra), Marigun Rasyid, Ketua DPD II PG Kabupaten Mamuju, Damris, Ketua DPD II PG Mamuju Tengah (Mateng), Indria Astuti, serta para pengurus DPD I PG Sulbar, masing-masing Thamrin Enden, Hamid BC KU, Hamzah Sunuba, dan Muslim Fattah.
Muslim Fattah selaku ketua tim penjaringan calon gubernur dan calon wagub Sulbar, menyampaikan, ada sembilan orang yang telah mengambil formulir di sekretariat penjaringan. Dari sembilan orang itu, satu orang di antaranya tidak mengembalikan formulir, yakni Ajbar. Sedangkan yang mengembalikan formulir, yakni Enny Anggraeny Anwar Adnan Saleh, Suhardi Duka, Ahmad Taufan, Kalma Katta, Yaumil RM, Muh Asri Anas, Muhyina Muin Lewa, dan Salim S Mengga.
”Dari hasil verifikasi yang kami lakukan, ternyata ada tujuh orang yang memenuhi persyaratan, masing-masing Enny Anggraeny, Suhardi Duka, Yaumil RM, Salim S Mengga, dan Muhyina Muin Lewa. Sedangkan yang masih bersyarat adalah Ali Baal Masdar,” jelas Muslim.
Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulbar, Hamka B Kady, menjelaskan, masalah calon yang belum melengkapi berkasnya agar pihak panitia menghubungi para calon tersebut secara baik. Yang jelas, katanya, berkas ini penting juga dilengkapi para calon. Karena ini juga nantinya menjadi persyaratan di KPU.
”Proses persyaratan administrasi termasuk persyaratan hukum sangat penting bagi para bakal calon (balon). Untuk itu, pihak panitia harus secara intens melakukan komunikasi dan menemui semua calon yang belum menyelesaikan kelengkapan administrasinya untuk didatangi dan dihubungi. Termasuk ke pak Ali Baal Masdar,” kata Hamka seraya menegaskan, visi dan misi perlu pula diadakan kepada setiap balon sebagai persyaratan bagi para balon,” katanya.
Hamzah Sunuba mengatakan, persyaratan untuk calon gubernur maupun calon wakil gubernur itu, lebih baiknya melihat dari hasil survei pada bakal calon. Sementara itu, Marigun Rasyid menjelaskan, persyaratan layak tidaknya kepada bakal calon yang nantinya akan diusung Partai Golkar, hendaknya tidak semata-mata berdasar pada kelengkapan berkas. Tapi hendaknya harus mengedepankan hasil survei. Karena belum tentu juga lengkap berkasnya, tetapi tidak mendukung pada hasil di lapangan (hasil survei). Atau hasil surveinya rendah,” ujar Marigun.
Thamrin Enden menambahkan, jika memang ada balon yang dinyatakan tidak bersyarat untuk segera dihubungi. Termasuk menjelaskan dari segi mananya yang dipandang tidak bersyarat. ”Kita berharap jangan ada kesan kurang baik pada partai kita ini. Sementara Muslim Fattah dalam menyikapi pertanyaan Thamrin Enden, mengatakan, pihak panitia sudah menyampaikan kepada pihak calon. Bahkan, pihaknya memberi kelonggaran waktu selama empat hari untuk melengkapinya,” katanya.
”Tidak ada alasan kami dari panitia menghalangi para bakal calon yang telah mendaftar. Termasuk kepada Ali Baal Masdar,” tegasnya.
Baik Sekertaris DPD PG Sulbar maupun Plt ketua berharap agar semua nama balon yang telah mendaftar di DPD I untuk diusulkan. Hal senada juga diamini Hamid BC KU. Dikatakan, kalau ada balon yang tidak melengkapi dan tidak menandatanganinya, maka ia meminta dilakukan komunikasi secara baik kepada pihak balon.
”Permasalahan ini perlu dilakukan kajian lebih baik lagi. Jika ada yang tidak ditandatangani, kami yakin itu hanya sebagai kesalahan kecil saja. Dan kami yakin, Ali Baal Masdar sangat intens terhadap administrasi dalam mengikuti proses administrasi pencalonan,” katanya.
Hal berbeda dilontarkan Damris, Ketua DPD II Partai Golkar Mamuju. Ia meminta kepada pengurus DPD I PG Sulbar untuk lebih mengedepankan kadernya didorong dalam pemilihan gubernur dan wagub Sulbar nanti. ”Saya berharap orang Golkar lah yang dibesarkan. Jangan orang yang mau mengkhianati Golkar yang diberikan. Sangatlah keliru ketika orang yang tidak membesarkan partai kita ini justru dia yang didorong. Kami melihat di Sulbar ini, haruslah orang yang punya komitmen membesarkan Partai Golkar Sulbar, itulah yang didorong,” tandas Damris. (ala/mir/c)
Golkar Mulai Bahas Balon Gubernur dan Wagub
×

