WAJO, BKM — Kanwil ATR/BPN Sulsel menggelar rapat koordinasi (Rakor) membahas progres penyelesaian permasalahan lokasi di Kantor ATN/BPR Sulsel di Makassar, Senin (2/10). Rakor
dihadiri Pemkab Wajo, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV dan Unhas Makassar sekaligus menindaklanjuti Nota Kesepahaman Penyelesaian Konflik Penguasaan Atau Garapan Masyarakat pada Aset PTPN XIV Unit Kebun Keera sebelumnya.
Rapat dipimpin Kepala Kanwil ATR/BPN Sulsel, Tri Wibisono. Hadir Bupati Wajo, Amran Mahmud, Wabup Amran, Sekkab Armayani, Sekretaris Unhas, Prof Sumbangan Baja dan Kabag Sekretariat Perusahaan dan Legal PTPN XIV, Maalun Lamau. Asisten Pemerintahan dan Kesra Prov Sulsel, Muhammad Rasyid, dan Kepala Dinas Perkimtan Prov Sulsel, Andi Bakti Haruni serta Kepala OPD terkait, jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo dan undangan lainnya.
Pada kesempatan itu Prof Sumbangan Baja memaparkan berbagai hasil survei lapangan serta beberapa saran dari tim Unhas. Demikian juga, Maalun Lamau memberikan beberapa opsi dari pihak PTPN XIV.
Bupati Wajo, Amran Mahmud menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kanwil ATR/BPN Sulsel yang terus memberikan perhatian untuk penyelesaian permasalahan ini.
“Kami berterima kasih kepada Pak Tri yang luar biasa menyemangati. Begitu juga terima kasih kami kepada seluruh tim yang terlibat dalam penyelesaian permasalahan ini,” ucapnya.
Amran meminta kepada jajarannya segera membentuk tim teknis mendiskusikan berbagai saran dan opsi yang ditawarkan agar bisa menjadi solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan ini.
“Kami minta Ibu Sekkab bersama Kepala OPD, Kabag, dan pihak terkait untuk mengkomunikasikan teknisnya berdasarkan opsi dan saran yang telah disampaikan tadi sehingga bisa didapatkan solusi penyelesaian secepatnya,” harapnya.
Wabup Amran meminta agar jajarannya segera mediskusikan saran dan opsi yang ditawarkan. “Kita berharap ini bisa diselesaikan dengan cepat,” ucapnya.
Sebelumnya, Kakanwil ATR/BPN Sulsel, Tri Wibisono menyebut bahwa rapat koordinasi ini merupakan yang kesekian kalinya dilaksanakan dalam rangka penyelesaian sengketa di lokasi PTPN XIV dengan masyarakat.
“Ini juga dalam rangka mendukung program Bapak Gubernur yaitu Gerakan Gemar Menanam Pisang (G2MP). Selain itu kita upayakan pemanfaatan lahan secara maksimal yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.(ono/C)

