MAKASSAR, BKM–Sejumlah partai politik (Parpol) di Sulawesi Selatan telah selesai merombak komposisi daftar bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) nya di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga telah merombak untuk DPRD Provinsi di empat daerah pemilihan (Dapil).
Ketua DPW PPP Imam Fauzan mengatakan, perubahan tersebut karena ada kendala terhadap Bacaleg yang awalnya terdaftar dalam Daftar Caleg Sementara (DCS).
“Ada perubahan, ada sekitar tiga sampai empat orang, dapil 3 dua orang, dapil 4, terus satu lagi dapil Bone atau dapil Sidrap kalau tidak salah,” kata Imam Fauzan, Selasa, (3/10).
Sementara untuk kuota 30 persen perempuan, diungkapkan Imam, sudah memenuhi dan tidak ada pergantian.
Demikian pula yang dilakukan Golkar. Sekretaris DPD II Golkar Makassar Wahab Tahir mengungkapkan ada satu Bacaleg di Dapil Mamarita yang diganti karena Golkar memiliki target memenangkan Pemilu di Makassar,”Golkar pasang target dua kursi di Mamarita,”ujar Wahab.
Hal sama juga dilakukan Perindo Sulsel untuk DPRD Provinsi. Ada tiga nama yang diganti pada masa pencermatan daftar pemilih tetap (DCT).
Sekretaris DPW Perindo Sulsel, Hilal Syahrim mengatakan tiga nama yang diganti berasal dari dua Dapil 1, Dapil 2 Sulsel atau Makassar B, dan dua orang dari Dapil Sulsel 3 meliputi Gowa-Takalar. “Di Dapil Sulsel 2 ada Bayu Husdaviata Thamrin yang diganti. Bayu ini meminta turun ke DPRD Makassar untuk Dapil Mamarita,” kata Hilal.
Hilal menuturkan, bongkar pasang Bacaleg yang dilakukan oleh Perindo ialah hal lumrah. Alasannya ialah menimbang kenyamanan Caleg yang bersangkutan untuk memilih wilayah pertarungan di Pileg mendatang.
“Bayu ini kemudian diganti oleh Andi Muhammad Idrus. Dia sebelumnya Caleg DPR RI dari Perindo, namun turun ke DPRD Provinsi di Dapilnya pak ketua (Sanusi Ramadhan),” ujarnya.
Di Dapil Gowa-Takalar, Perindo mengganti Arman dan Asriani R yang masing-masing memegang nomor urut 7 dan 8. Dari dua nama itu, hanya Arman yang memilih kembali menjadi Caleg.
“Arman ini meminta turun ke DPRD Kota Makassar dan maju di Dapil 2 (Tallo, Bontoala, Ujungtanah, Wajo, dan Sangkarrang), sementara yang perempuan mundur karena lagi di Jepang,” tuturnya.
Hilal menjelaskan, Arman dan Asriani kemudian digantikan oleh Surya Ramadhani dan Andi Mihla. (rif)

