pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

UPTD SMPN 10 Bantimurung Hadirkan Kombel ‘Bungaeja Spensel’

LAUNCHING -- Kepala SMPN 10 Bantimurung, Ruiyah (dua dari kiri) dan Pengawas Bina SMP 10 Bantimurung, Askari (tiga dari kanan) pada saat launching Komunitas Belajar 'Bungaeja Spensel UPTD SMPN 10 Bantimurung.

MAROS, BKM — Keluarga Besar UPTD SMPN 10 Bantimurung melaunching Komunitas Belajar yang diberi nama ‘Bungaeja Spensel’. Launching ini dihadiri pengawas bina, kepala sekolah dan seluruh guru UPTD SMPN 10 Bantimurung, Kamis (9/11).

Kepala SMPN 10 Bantimurung, Ruiyah, ketika dihubungi wartawan mengatakan, komunitas belajar yang baru saja dilauching pengawas bina dimaksudkan agar para guru SMPN 10 Bantimurung dapat belajar bersama dan berkolaborasi secara berkelanjutan dengan tujuan jelas dan terukur untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sehingga berdampak pada hasil belajar peserta didik.
”Komunitas belajar (Kombel) ini adalah sekelompok Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang belajar bersama dan berkolaborasi secara berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Ruiyah.

Ditambahkan Ruiyah, Kombel ini juga dapat dijadikan tempat pengembangan diri anggotanya dari segi hubungan dengan orang lain, pemerolehan pengetahuan baru dari guru yang lain.
Sebab, para guru telah berkolaborasi, bersinergi guna memecahkan berbagai masalah yang dihadapi saat menjalankan tugas pokok mereka. Akar masalah bisa dibicarkan dengan cara berdiskusi dan bertukar pikiran untuk mencari solusinya.
”Jadi Kombel ini adalah wadah dan media guru untuk bekolaborasi dan bersenergi satu dengan yang lain dan cara bersepakat terkait akar masalah yang ditemukan pada proses belajar dikelas,” kata Ruiyah.

Selain itu, di kombel itu guru berkoloborasi untuk menyatukan pendapat pada untuk menggunkan metode ajar terkait standar umum pembelajaran yang efektif, rubrik/indikator penilaian.
”Jadi hasil diskusi dalam kombel ini, guru dapat melahirkan kesepakatan bersama menggunanakan metode yang baik untuk digunakan pada proses belajar siswa,” jelas Ruiyah.
Sementara itu Pengawas Bina SMP 10 Bantimurung, Askari mengatakan, saat ini beberapa satuan pendidikan mulai mencoba menerapkan Kurikulum Merdeka.
Hanya saja, dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka, kiranya diperlukan adanya sebuah komunitas belajar disetiap satu pendidikanatau  untuk saling bertukar inspirasi dan juga ide dalam pembelajaran.
”Komunitas Belajar hadir diharapkan guru memiliki semangat dan kepedulian yang sama terhadap transformasi pembelajaran melalui interaksi secara rutin dalam wadah kombel tersebut,” ujar Askari.

Ditambahkan Askari, kehadiran kombel para guru dapat mendiskusikan dan menyelesaikan berbagai masalah pembelajaran yang dihadapi saat implementasi Kurikulum Merdeka.
Guru dapat membangun komunikasi dengan cara mengedukasi anggota komunitas terkait masalah pembelajaran, memfasilitasi anggota komunitas untuk terus belajar, mendorong peningkatan kompetensi anggota lewat diskusi dan sharing, serta mengintegrasikan pembelajaran yang didapatkan melalui komunitas dalam pekerjaan sehari-hari.
”Intinya, Komunitas Belajar di sekolah berperan dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka,” tutup Askari. (ari/c)



×


UPTD SMPN 10 Bantimurung Hadirkan Kombel ‘Bungaeja Spensel’

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link