pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

SMPN 4 Marioriawa Lestarikan Budaya Daerah

Jumriah

SOPPENG, BKM — SMPN 4 Marioriawa Kabupaten Soppeng terus menjaga kelestarian budaya daerah. Budaya yang merupakan suatu warisan dari leluhur atau nenek moyang dahulu yang tidak ternilai harganya seperti budaya Mappadendang kini menjadi fokus utama bagi pihak sekolah untuk dilestarikan.
Kepala Sekolah SMPN 4 Marioriawa Jumriah saat ditemui BKM di ruang kerjanya, Senin (29/1) menjelaskan bahwa negara Indonesia dikelilingi oleh banyak pulau, bahasa dan adat kebudayaan Indonesia sangat banyak dan beraneka ragam. Hanya saja keanekaragaman kebudayaan Indonesia semakin luntur ditelan zaman seiring dengan berkembangnya teknologi hingga membuat budaya banyak dilupakan dan ditinggalkan oleh kalangan remaja.

Salah satunya budaya ada adat bugis yakni Mappadendang mulai terkikis oleh perkembangan tekhnologi. Terkait dengan hal itu pihaknya membuat program unggulan yakni mengajarkan kepada siswa-siswi tentang budaya Mappadendang.
Ditambahkan Jumriah kelestarian budaya daerah diajarkan untuk melestarikan budaya Mappadendang karena sekarang hanya orang tua yang tahu sehingga kita latih anak didik agar mereka memiliki pengetehaun lebih mendalam tentang budaya Mappadendang.
”Sekarang budaya Mappadendang sudah mulai tergeser. Selaku Kepala Sekolah kami berusaha mempertahankan budaya ini untuk Mappadendang agar tetap terjaga,” harap Jumriah.

”Alhamdulillah sekarang anak-anak sudah tampil di acara-acara adat masyarakat yang dulunya orang tua sekarang siswa yang membawakan yakni acara Pattaungeng, acara Maccera Kampong,” tambahnya lagi.
Selain dari itu, lanjut Jumriah pihaknya juga memiliki program unggulan pemanfaatan lahan kosong sekolah untuk penanaman tanaman yang bisa memiliki nilai jual. Lokasinya berada di belakang kelas. Kebetulan SD dilebur kemarin lokasinya berada disamping belakang kelas
Lahan kosong tersebut ditanami ubi kayu, cabe, sayur mayur seperti sawi kangkung dan sudah berproses pagar dan pembibitan.
”Nanti kami sampaikan kepada siswa karena ini adalah kewirausahaan. Hasilnya dibagi dua. 50 persen kas untuk sekolah 50 persen kas untuk kelengkapan anak didik. Harapan saya bagaimana anak didik sejak diri mulai belajar bagaimana bisa memperoleh pendapatan sejak kecil,” jelasnya. (ono/C)



×


SMPN 4 Marioriawa Lestarikan Budaya Daerah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link