GOWA, BKM — Berawal dari modal Rp500 ribu, Koperasi Wanita Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (Kopwan UPPKS) Bungabiraeng, Desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, kini mampu berkembang pesat.
Pada Selasa pagi (30/1), Kopwan UPPKS ini melakukan RAT (rapat anggota tahunan) dan menghadirkan 319 anggotanya yang didominasi kaum perempuan.
RAT yang dibuka Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Mahmuddin, dan dihadiri Ketua Dekopinda Gowa, Abbas Alauddin, Ketua KPRI Gowa, Sappe Mangiriang, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Gowa, Sofyan Daud, serta Badan Pengawas Koperasi Kabupaten Gowa, Irfan Kadir, berlangsung dinamis.
Lantaran para anggota Kopwan ini antusias hadir dan bersemangat. Apalagi dalam RAT itu, pengelola Kopwan membagikan SHU (sisa hasil usaha) sebesar Rp93 juta kepada para anggotanya.
Menurut Hafsah Dg Tayu selaku Ketua Kopwan UPPKS Bungabiraeng ini, komitmen awal para anggota Kopwan yang lahir sejak 1999 itu adalah keinginan mengembangkan Kopwan tersebut dengan baik.
”Hasilnya kita lihat sampai sekarang ini. Kita sudah memiliki keuntungan sebagai omzet kami sebesar Rp2,1 miliar. Alhamdulillah, dengan semangat kebersamaan, koperasi kita ini tumbuh kembang seiring waktu dan kita sudah melaksanakan RAT ke-18,” kata Hafsah Dg Tayu.
Sementara itu, Kadis Koperasi dan UKM Gowa, Mahmuddin, mengatakan, Kopwan UPPKS Bungabiraeng ini adalah satu dari 149 koperasi di Gowa yang termasuk kategori sehat.
”Kami salut atas upaya dan kerja keras pengelola Kopwan Bungabiraeng yang kini mampu mengembangkan koperasi ini dengan baik. Semoga tahun tahun ke depan, kekayaan Kopwan makin bertambah. Jika semakin besar omzetnya maka kesejahteraan anggota akan meningkat juga,” kata Mahmuddin.
Mahmuddin kagum. Sebab pada capaian SHU pada RAT tahun buku 2023 ini, Kopwan Bungabiraeng mampu mencapai SHU bersih Rp93 juta dari hasil kotornya dua kali lipat.
”Kami salut. Karena Kopwan ini berawal dari modal Rp500 ribu yang kemudian menghasilkan omzet per tahun 2023 miliaran rupiah. Dan saldo kas itu tertanam di bank. Ini sebuah prestasi,” kata Mahmuddin lagi.
Terpisah, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Gowa, Sofyan Daud, mengatakan, di Gowa sudah ada beberapa koperasi wanita UPPKS. UPPKS ini masuk dalam ranah binaan Dinas PPKB sebagai kelompok usaha wanita.
”Alhamdulillah, salah satu UPPKS kami berhasil mendirikan koperasi. Semoga upaya seperti ini mampu diikuti para kelompok UPPKS di wilayah lainnya. Selama ini memang, kami Dinas PPKB membina UPPKS. Dan yang berhasil di UPPKS kita dorong untuk jadi koperasi dan baru UPPKS Bontobiraeng Selatan yang berhasil membuat koperasi begini,” kata Sofyan. (sar)

