MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel akan mempertemukan penggiling dan pengepul imbas harga beras melambung tinggi.Termasuk membahas regulasi terkait pembatasan perdagangan beras di Sulsel. Pertemuan dengan para pengusaha dan penggiling beras ini akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Kita akan pikirkan langkah-langkah ini dengan para pengepul beras dengan penggiling beras. Kita mau bertemu, dan kita pernah lakukan itu tahun lalu,” ucap Asisten II Pemprov Sulsel Bidang Ekonomi, Ichsan Mustari saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, kemarin.
Dia bilang, hal itu pernah dilakukan tahun sebelumnya dan bisa membantu ketersediaan stok dan harga beras bisa diatasi.
“Itu yang kita lakukan tahun lalu bagaimana penggiling beras itu bisa menyimpan, tapi ini kan persoalannya banyak permintaan di luar, ini kita akan lakukan kerja sama dengan satgas pangan untuk melakukan persuasi untuk menyimpan beras,” ungkap Ichsan.
Lebih jauh, Ichsan mengaku, jika masalah kenaikan beras ini terjadi di seluruh Indonesia, karena dipengaruhi dampak produksi yang berkurang akibat el nino, namun kata dia, Pemprov Sulsel terus berupaya agar masalah ketersediaan beras ini ada, di mana rencananya panen raya diprediksi akan dilakukan pada April nanti, sehingga ketersediaan bisa terpenuh.
“Tapi kami khususnya di Pemprov Sulsel terus berupaya agar stok beras itu tersedia untuk masyarakat, kita melihat bahwa gerakan pangan murah, pasar murah kita laksanakan terus menerus kemudian kita melakukan operasi pasar untuk melihat harga beras di pasar, dan kita memantau terus bersama dengan Bulog melihat stok beras yang ada di Bulog saat ini,” ujar Ichsan.
“Kita terus upayakan bahwa dengan adanya stok beras yang masuk di Sulsel bisa tentu kita mengendalikan harga dan itu terus kita lakukan yang pasti bahwa, saat ini stok untuk kebutuhan itu masih tersedia di Sulsel, ini memang pengaruh harga beras ini banyak variabel salah satu variabel yang mempengaruhi ini adalah stok beras kita,” terang ichsan.
“Alhamdulillah inilah kerja sama kita lakukan di Sulsel yang mungkin tidak dilakukan pemprov lain,”ujarnya.
Menurut data dari Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, harga rerata beras premium Sulsel Rp15.473/kg, sementara beras medium rerata Rp13.947/kg. (jun)

