MAKASSAR, BKM — Himpunan Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah (HMJ-PBS) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) merealisasikan salah satu program kerjanya, yaitu Islamic Banking School (IBS). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 18-19 April 2024 ini merupakan bentuk insiatif HMJ-PBS dalam memperdalam dan meningkatkan nalar kritis mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah.
Tema yang diusung IBS yakni Restorasi Kesadaran Literasi Melalui Wisata Intelektual Dalam Membangun Jembatan Ilmu dan Persaudaraan. Karena itu, kegiatan ini berorientasi pada pembahasan isu yang berkaitan dengan studi kasus perbankan syariah.
Untuk memberikan daya tarik bagi peserta kegiatan, HMJ-PBS mengadakan IBS di Pantai Anging Mamiri. Tujuannya guna memberikan pengalaman yang menyenangkan disertai dengan wisata intelektual melalui beberapa rangkaian kegiatan.
Pada pembukaan, Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Yahya Nur dan Ketua Umum HMJ Perbankan Syariah Aidil Kurniawan memberikan sambutannya. “Sekolah tidak selamanya harus berupa sekolah. Artinya, tidak selamanya dalam menuntut ilmu kita perlu untuk duduk di bangku perkuliahan, akan tetapi kita dapat memanfaatkan berbagai kondisi dan ruang untuk meningkatkan ilmu serta wawasan kita,” ujarnya.

Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang diwakili Nurul Ifhadayanti Bangsawan, menyampaikan harapannya agar dalam setiap rangkaian kegiatan ke depannya, pada acara ini peserta dapat memanfaatkan kesempatan guna meningkatkan pemahaman dan wawasan, khususnya di luar bangku perkuliahan.
Selama dua hari, rangkaian kegiatan yang dilakukan dimulai dari pembahasan materi yang dibawakan oleh Fachrul Mahesa Putra selaku demisioner Ketua Bidang Hubungan Masyarakat HMJ-PBS dengan tema Implikasi Pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia Terhadap Persaingan Kerja di Masa Depan.
“Pembahasan ini bertujuan agar peserta mengembangkan nalar kritis mereka dalam mempertanyakan dan mengkritik terkait implikasi pertumbungan perbankan syariah terhadap persaingan kerja di masa yang akan datang,” ujar Ketua Panitia Islamic Banking School Trizah Ayu Putri Maharani.
Selain itu, agenda selanjutnya adalah Focus Group Discussion. Pada sesi ini peserta dibagi per kelompok dan mendapatkan konsep yang akan diriset masing-masing kelompok. Hal ini tidak terlepas dari upaya mengembangkan isu yang telah dibahas sebelumnya oleh pembicara guna memberi pemahaman kepada peserta melalui studi kasus yang berkaitan dengan isu tersebut, yang kemudian akan dibahas oleh tiap kelompok melalui FGD.
Untuk memberikan suasana yang menarik perhatian peserta, panitia IBM membuat api unggun yang kemudian dirangkaikan dengan Panggung Bebas Ekspresi guna mempererat kebersamaan peserta yang kemudian dapat mengembangkan loyalitasnya. (rls)

