pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hindari Kampanye Hitam

Pitriani Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar

TUJUAN pilkada sejatinya adalah untuk memilih pemimpin yang berlandaskan pada asas jujur dan adil sebagaimana yang tertuang dalam konstitusi kita. Namun faktanya ada banyak hal yang harus dievaluasi, baik oleh penyelenggara maupun oleh para kontestan. Salah satu hal yang harus dicegah pada kontestasi pilkada nantinya adalah black campaign atau kampanye hitam.
Praktik seperti ini merupakan sebuah upaya untuk merusak atau mempertanyakan reputasi seseorang dengan menghadirkan propaganda negatif. Kita sering mendapati aktivitas kampanye yang dilakukan untuk menyerang lawan politik.
Black campaign merupakan model kampanye dengan cara membuat isu yang ditujukan kepada pihak lawan, tanpa didukung fakta atau bukti yang jelas. Seperti menuduh salah satu paslon melakukan tindak pidana korupsi tanpa bukti. Tujuannya adalah untuk menyampaikan sisi buruk atau negatif dari seorang calon walau faktanya tidak demikian.

Kampanye hitam akan melahirkan isu-isu politisasi yang dapat mendominasi jelang pilkada, dan sering kali menciptakan atmosfer yang dapat mengancam integritas proses demokrasi. Praktik semacam ini juga akan menghasilkan serangan personal terhadap para kontestan yang tentunya akan menjadi sorotan.
Seharusnya, pemilu menjadi panggung untuk perdebatan ide dan gagasan. Tetapi realitasnya terkadang terjerumus dalam praktik-praktik yang tidak sehat.
Aktivitas black campaign juga dapat dilakukan dengan cara pembagian atau penyebaran informasi melalui media seperti pamflet, fotokopian artikel, dan lain-lain, yang di dalamnya berisi tentang informasi negatif pihak lawan yang kemudian disebarkan kepada masyarakat luas. Hal tersebut berpotensi dilakukan oleh oknum tim sukses maupun simpatisan dari paslon.

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi membuat potensi penyebaran black campaign semakin signifikan. Oleh sebab itu para kandidat diharuskan untuk mengimbau para pendukung dan simpatisannya untuk tidak melakukan praktik kampanye hitam. Sebab saat ini sangat mudah mengakses berbagai jenis platform digital di media sosial yang bertujuan untuk menyebarkan foto, video, dan lain-lain yang hoaks untuk menjatuhkan lawan politik.
Kampanye ini bisa dibilang irit, lantaran paslon tertentu tidak perlu mengeluarkan banyak dana dalam melakukan kampanye tetapi efeknya sangat efektif terhadap masyarakat. Facebook dan X dianggap senjata paling ampuh dalam berkampanye untuk mengenalkan visi masi calon kepala daerah. Bahkan ada diantaranya menggunakan media ini untuk melakukan kampanye negatif.
Media sosial memang menjadi objek yang menarik dalam melakukan black campaign. Efektifitas dalam berkampanye dapat dilihat dari pola hidup masyarakat kita yang sebagian besar memiliki akun medsos. Media ini pun menjadi ladang subur untuk menyebarkan kampanye negatif oleh oknum politik yang haus kekuasaan.
Ditambah lagi pemahaman literasi sebagian masyarakat kita yang masih menelan mentah-mentah informasi yang mereka terima di berbagai media sosial walaupun mereka mengetahui bahwa berita itu belum tentu jelas sumbernya. (yus)



×


Hindari Kampanye Hitam

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link