MAKASSAR, BKM — Perhelatan International Eight Festival and Forum atau F8 sukses menghibur warga Makassar dengan aneka pertunjukan dan sajiannya. Berlangsung spektakuler, agenda yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) itu ditutup secara resmi, Minggu (28/7) di area zona satu panggung utama F8.
Tidak kalah pada saat pembukaan, penutupan F8 menampilkan berbagai pertunjukan yang menarik. Salah satunya adalah konser musik. Di penghujung event, band papan atas Nidji tampil di zona empat bersama Natinson dan Adhitya Sofyan.
Aneka pagelaran budaya dan seni juga ditampilkan di hari terakhir F8. Seperti di zona satu, ada Tari Passiuno Makkunrai by Sanggar La tea Riduni dari Kabupaten Bone. Ada persembahan dance dari India Odissi Dance Group (India). Juga Tari Ma’bundu dari Provinsi Sulawesi Barat.
Di zona dua, ada Workshop Script Writer by Rian Aprilia, Stand Up Comedy-Dije FictionWriter Workshop Puisi & Antologi Manusia by Ibe S. Palogai Folks; Pentas Kreasi Baine Adangku, dan masih banyak lagi.
Zona tiga ada Band Performance by Halfmoon hingga Fusion Music persembahan DJ Lukman. Sementara di zona lima ada Magic Performance by Arigato Magic, Maker Show (pembagian sertifikat), dan Band Performance by Buddy Sandy
F8 merupakan event pariwisata dan ekonomi kreatif unggulan Kota Makassar. Tahun ini, F8 ditargetkan mampu menyedot pengunjung hingga 600 ribu orang dan transaksi mencapai Rp30 miliar.
“Untuk jumlah kunjungan, tahun lalu kami mencatatkan 471 ribu orang selama lima hari. Tahun kita menargetkan antara 500 ribu sampai 600 ribu. Untuk transaksi tahun lalu Rp27 miliar, tahun ini semua sektor di F8 diharapkan bisa mencapai target Rp30 miliar,” ujar Direktur Utama PT Festival Delapan Indonesia Sofyan Setiawan.
F8 merupakan event yang menggabungkan beragam potensi seni, budaya, dan gastronomi Indonesia dalam sebuah kerangka festival Food, Fashion, Fusion Music, Film, Fine Art, Fiction Writers, Folks, dan Flora Fauna di Kota Makassar.
Lelaki yang akrab disapa Wawan ini melanjutkan, F8 Makassar tahun ini melakukan proses digitalisasi terhadap karya-karya dari pelaku kreatif subsektor film dan fusion music, yakni dengan memfasilitasi pendaftaran HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dan dimasukkan ke dalam platform yang telah disiapkan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Muhammad Roem, mengatakan F8 Makassar merupakan inisiasi dari para seniman juga budayawan bersama Pemerintah Kota Makassar pada tahun 2015 yang ingin mengubah, sekaligus memperkuat citra Kota Makassar melalui jalur kebudayaan.
“F8 ini menjadi pintu masuk dari jalur kebudayaan dan kemudian resmi berjalan pada tahun 2016. Selanjutnya masuk dalam wonderful event dan kini masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara,” kata Roem.
Dalam perjalanannya hingga kini, F8 Makassar terbukti mampu menaikkan citra dan brand awareness Kota Makassar di sektor pariwisata. “Pada tahun 2023, Makassar terpilih sebagai lokasi penyelenggaraan tujuh event nasional dan internasional yang melibatkan 80 negara,” tandas Muhammad Roem. (rhm)

