TAKALAR, BKM — Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Takalar, H Muhammad Hasbi didampingi Ketua Dharma Wanita Kabupaten Takalar, Hj Suwainah Hasbi, menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-40 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, di lapangan upacara rumah jabatan gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Kota Makassar.
Peringatan HAN ini mengangkat tema ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’. Berbagai kegiatan digelar serangkaian peringatan HAN tersebut, seperti penyerahan penghargaan kepada anak dan penggiat perlindungan anak Sulawesi Selatan oleh Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh dan pengukuhan Bunda FASS dan pengurus FAAS oleh Menteri KPPPA RI.
Dalam sambutannya, Pj gubernur Sulsel mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional dilaksanakan setiap tahun baik di tingkat pusat maupun daerah. Hal ini menjadi pengingat bagi kita bahwa anak merupakan individu yang unik dan penuh dengan potensi.
”Kualitas anak dan generasi muda sangat menentukan tingkat kemajuan bangsa. Setiap anak perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial. anak juga harus memperoleh perlindungan dan terpenuhi hak-haknya. Upaya membangun karakter anak merupakan sebuah kewajiban berkelanjutan yang hasilnya akan terlihat dalam beberapa dekade mendatang,” ujarnya.
Ditambahkan, pemenuhan atas hak-hak anak di masa sekarang merupakan jaminan atas ketersediaan SDM unggul di tempat kita maupun masa depan Indonesia.
”Sekali lagi saya ucapkan Selamat Hari Anak Nasional 2024. Semoga anak kita bisa tumbuh menjadi anak yang berprestasi, baik itu akademik maupun non akademik serta dalam hal ilmu pengetahuan, keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tutup Pj gubernur.
Sekkab Takalar, Muh Hasbi, mengemukakan, sebagai dalam pemenuhan hak anak kita berkewajiban memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak kita agar anak-anak kita dapat mencerdaskan bangsa.
Salah satu tugas kita sebagai pemerintah dan orang tua adalah Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dalam kewirausahaan sebagai upaya pemenuhan hak anak, peningkatan peran keluarga dalam pengasuhan anak, penurunan kekerasan terhadap anak serta penurunan pernikahan dini.
”Hari Anak Nasional bukanlah sekadar perayaan. Namun panggilan untuk melindungi dan mengembangkan potensi anak-anak Indonesia khususnya anak-anak Takalar yang merupakan aset berharga,” imbuh Muh Hasbi.
Turut hadir dalam HAN ke-40 tingkat Provinsi Sulsel tersebut, yaitu Plh Sekretaris Provinsi Sulsel, Bunda Fass Sulsel, para kepala dinas lingkup Pemprov Sulsel, serta bupati dan wali kota Se-Sulawesi Selatan. (rls)

