PASANGKAYU, BKM — Tim komunikasi bupati Mamuju Utara (Matra) membantah adanya dugaan pungutan liar (Pungli) saat pelantikan kepala desa (Kades) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu secara bersamaan oleh bupati Matra. Nero Leo Adriani, tim komunikasi bupati dan wakil bupati Mamuju Utara, membantah adanya dugaan pungli yang dilakukan panitia pelaksana pelantikan kepala desa.
Nero menjelaskan, pelantikan kepala desa terpilih yang dilaksanakan BPMD kabupaten Mamuju Utara, sumber anggarannya dari APBD. Dikarenakan pelantikan tersebut diselenggarakan pada bulan puasa, sehingga akan lebih baik jika dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama. Pada saat bersamaan, para Kades terpilih ingin membawa serta lebih kurang 50 tim suksesnya pada pelantikan tersebut yang kemudian berlanjut buka puasa bersama.
Oleh karena porsi anggaran untuk buka puasa bersama dengan 50 tim sukses per kepala desa tidak masuk dalam rincian anggaran pelantikan tersebut, sehingga atas dasar gotong royong dan kekeluargaan tentu berdasarkan kesepakatan bersama maka untuk mengakomodir buka puasa bersama dengan tim sukses kepala desa seusai pelantikan, maka masing-masing kepala desa memberi sumbangan secara suka rela tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
”Jadi melalui tim komunikasi bupati Matra, kami mengklarifikasi tudingan tersebut. Semoga ini bisa menjawab semua tudingan yang dialamatkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matra,” terangnya. (ala/mir/c)
Soal Dugaan Pungli Pelantikan Kades
×

