MENJELANG pelaksanaan pilkada, selaku masyarakat kita harus waspada terhadap segala isu yang beredar. Ajang demokratis seperti ini sangat rentan dengan penyebaran informasi hoaks dan propaganda.
Menyebarkan berita bohong yang akan berdampak buruk pada kondusifitas pilkada. Dampak hoaks pada pilkada yang paling signifikan adalah pembunuhan karakter. Dalam konteks hoaks, hal ini mengacu pada penyebaran informasi palsu atau menyesatkan dengan sengaja untuk merusak reputasi tokoh atau partai politik.
Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa hoaks merupakan pembunuhan karakter yang bisa memengaruhi persepsi pemilih. Tindakan ini dilakukan dengan menyebarkan cerita yang dibuat-buat atau dibesar-besarkan, yang secara negatif menggambarkan karakter, etika, atau kemampuan kandidat. Tujuannya adalah untuk menciptakan atau memperbesar keraguan di kalangan pemilih mengenai kesesuaian individu yang dituju untuk menduduki jabatan tertentu.
Di sisi lain, hoaks juga bisa melemahkan kepercayaan terhadap lembaga pemilihan secara signifikan. Selain itu, juga dapat mengganggu aspek operasional pilkada. Misalnya, pada penyebaran informasi yang salah mengenai tanggal dan lokasi pemungutan suara, dapat menyebabkan kebingungan di kalangan pemilih.
Dalam ajang pilkada kali ini masyarakat juga harus waspada terhadap propaganda yang berpotensi terjadi, di mana propaganda sendiri merupakan untuk memengaruhi pandangan, sikap, dan tindakan orang dengan menyebarkan pesan atau informasi tertentu yang dirancang untuk memenuhi tujuan tertentu. Hal ini kemudian menjadi sangat riskan pada ajang pilkada, sebab propaganda bisa melahirkan opini yang keliru sehingga dapat merugikan semua pihak.
Secara umum, propaganda dapat diartikan sebagai jenis komunikasi yang dilakukan dengan tujuan memengaruhi reaksi serta pandangan orang lain tanpa peduli nilai kebenaran dari pesan yang disampaikan. Propaganda ini berperan meyakinkan pendapat-pendapat tertentu tanpa perlu mengemukakan alasan-alasan atau argumen terkait, sehingga dalam ajang pilkada propaganda berpotensi memprovokasi masyarakat dengan informasi yang tidak kredibel. (yus)

