PINRANG, BKM–Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pinrang telah melaksanakan rapat koordinasi, Kamis (3/10).
Rakor ini bertujuan untuk mengoptimalkan upaya pencegahan pelanggaran dalam pemilihan gubernur (Pilgub) dan pemilihan bupati (Pilbup) yang akan digelar 27 November mendatang.
Ketua Bawaslu Pinrang, A. Fitriani Bakri, menegaskan bahwa persiapan untuk Pemilu yang akan datang harus dilakukan dengan matang.
Dirinya mengungkapkan bahwa Bawaslu, bersama pihak-pihak terkait, telah membentuk kelompok kerja khusus untuk mengawasi berbagai aspek penting dalam pelaksanaan Pemilu, termasuk netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan isu negatif yang mungkin muncul selama periode kampanye.
“Kami siap bekerja sama dengan semua stakeholder untuk menciptakan suasana yang kondusif dan memastikan bahwa semua pelanggaran dapat terdeteksi dan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Sementara itu, Pj. Bupati Pinrang Ahmadi Akil menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara pemerintah, Bawaslu, dan masyarakat dalam mengawasi jalannya Pemilu.
“Tugas mengawasi Pemilihan Umum tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, penegak hukum, dan pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara. Kita harus bersatu untuk memastikan Pemilu yang adil dan transparan,” kata Ahmadi Akil.
Dirinya juga meminta agar setiap stakeholder yang berhubungan dengan Bawaslu menjunjung tinggi netralitas.
“ASN khususnya, harus memahami dan melaksanakan prinsip netralitas dalam Pemilu. Kita harus menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita mendukung proses demokrasi yang sehat, tanpa intervensi dari pihak manapun,” tegas Ahmadi Akil.
Ahmadi Akil berharap bahwa dengan adanya Rakor ini, pelanggaran Pemilu, khususnya terkait netralitas ASN, dapat diminimalisir.
Dirinya juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar, namun hal ini tidak harus menjadi faktor yang membuat kita bercerai berai dan menciptakan kondisi yang tidak kondusif.
“Beda pilihan itu hal yang biasa, namun perbedaan ini tidak boleh menjadi sumber konflik. Kita harus bisa saling menghargai dan menghormati perbedaan diantara kita,” pungkas Pj.Bupati Pinrang.
Rakor dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan partai pengusung pasangan calon bupati, Kepala OPD dan pihak terkait lainnya.(lim/rif/c)

