RANTEPAO, BKM — Kasus pelecehan anak di bawah umur berinisial W (10) di Toraja Utara sudah tiga bulan dilaporkan orang tua korban tak kunjung ada titik terang bahkan terduga pelaku hingga kini belum diamankan. Korban adalah salah satu pelajar SD dari Toraja Utara sementara pelaku berinisial NP (50), tinggal tidak jauh dari sekolah korban dan berprofesi sebagai sopir angkutan umum.
Orang tua korban, Andarias Rantepadang, Selasa (15/10) kemarin mengaku kecewa sehingga terus mencari keadilan. Apalagi kondisi korban psikisnya putrinya terganggu, bahkan belum masuk sekolah karena masih trauma atas kejadian yang dialami.
Diakui Andarias dir8nya hanya seorang karyawan di Kalimantam Timur dan datang ke Polres Toraja Utara dengan status cuti untuk mengurus kasus menimpa putrinya.
Andarias menddesak penyidik Polres Toraja Utara serius menangani kasus memalukan ini sebab sudah dilaporkan sejak 16 Juli 2024 lalu pasca kejadian disamping rumah korban pada 10 Juli 2024 lalu. Korban kini sudah mendapat pendampingan Yurni dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tayasan Eran Sangbure Mayang (YESMa) Toraja.
Yurni menjelaskan pelaku perbuatan senonoh ditengarai sudah tidak ada di Toraja.
”Saya berharap petugas kepolisian mencari keberadaan pelaku, seperti kasus serupa terjadi di Makale, ”pungkas Yurni. (gus/C)

