JENEPONTO, BKM — Calon gubernur Sulawesi Selatan Mohammad Ramdhan Pomanto kembali melakukan blusukan ke pasar tradisional, Selasa (22/10). Kali ini di Kabupaten Jeneponto.
Usai berdialog dengan para petani di Desa Beroanging, Danny Pomanto bergerak menuju Pasar Allu di jalan poros Takalar-Jeneponto, Kecamatan Bangkala. Kedatangan Danny Pomanto bersama Ketua Tim Pemenangan DIA Fauzi Andi Wawo, disambut hangat para pedagang di Pasar Allu.
Tidak hanya bersalaman dan menyapa pedagang dan pembeli, ia juga mendengar keluhan dan aspirasi para pedagang. Mulai pedagang sayur-mayur, produk UMKM, sembako, hingga dagangan hasil laut seperti ikan, cumi, dan udang.
“Insyaallah, Pak sukseski. Nomor satu gubernur,” ucap salah seorang pedagang saat bersalaman dengan Danny Pomanto.
Danny Pomanto melihat geliat ekonomi di Pasar Tradisional Allu cukup potensial. Banyak produk dan sumber daya yang dijual di pasar ini. Tidak hanya untuk keperluan sehari-hari seperti sayur-mayur dan hasil laut ikan, tapi juga dijual produk rumah tangga hingga pakaian.
“Kalau potensi-potensi ini kita satukan saya kira ini dahsyat betul. Kita bisa membuat sirkular ekonomi yang bisa saling memperkuat,” kata Danny Pomanto.
Blusukan ke pasar menjadi agenda rutin Danny ketika berkampanye di daerah. Ia melihat pasar sebagai denyut nadi pertumbuhan ekonomi sebuah kabupaten/kota. “Jadi pasar itu adalah tensi ekonominya suatu daerah,” tutupnya.
Sebelunya, Danny Pomanto menggelar kampanye di Desa Beroangin, Kecamatan Bangkala Barat, Jeneponto. Meskipun masih sangat pagi, namun dirinya disambut antusias masyarakat Beroanging. Bagaimana tidak, Danny disebut merupakan satu-satunya calon gubernur yang pertama kali menyapa warga Beroangin selama puluhan tahun terakhir.
Hal itu menjadi suatu kehormatan bagi masyarakat desa Beroangin.
“Umur saya 30 tahun lebih dan barusan ada calon gubernur yang injakkan kakinya di desa kami,” ucap Daeng Rani, tokoh masyarakat Beroangin.
Momen tatap muka ini juga dijadikan warga untuk berkeluh kesah dan curha ke Danny.
“Pupuk di sini susah, Pak. Tidak ada bantuan. Kita seperti tidak diperhatikan, padahal desa ini berpotensi besar, tapi tidak dilirik. Tidak pernah dijamah,”keluhnya.
Menjawab keluhan itu, Danny menawarkan beberapa solusi seperti pembangunan drainase dengan sistem pipa karet yang memiliki banyak keuntungan, salah satunya tidak ada penguapan, tidak ada sedimen dan tidak ada pemborosan air.
“Pemilu ini sangat penting, karena menentukan nasib kita kedepan. Kita mau perubahan yang lebih baik makanya jangan salah pilih nantinya. Pilih pemimpin yang menjawab dengan solusi seperti masalah drainase ini,”ungkapnya.
Untuk masalah pupuk yang dialami 90 persen petani Beroangin, Danny menyebut itu sudah ada dalam visi misinya yakni membantu mengubah nasib petani dan nelayan untuk jadi lebih baik.
Dengan membeli hasil panen petani dengan harga terbaik, dan akan memberikan dana sebesar Rp200 juta untuk membangun desa agar lebih maju.
“Kita memang memiliki fokus untuk menyejahterakan petani dan nelayan. Ada yang lebih penting dari persoalan pupuk yakni harga yang selalu anjlok ketika selesai panen. Nah, kami ketika terpilih nanti akan membeli berapa pun hasil panen petani dengan harga yang stabil,” tandas Danny. (rif)

