pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Moderator Berwenang Menghentikan Debat jika Pertanyaan Menyerang

MAKASSAR, BKM–Di tengah semangat kompetisi jelagn kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan, perdebatan memanas di luar panggung utama.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel menegaskan, mereka tak dapat mengakomodir usulan dari pasangan calon (Paslon) nomor urut satu, Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto-Azhar Arsyad (DIA), yang mengharapkan moderator lebih aktif mengoreksi jawaban calon jika melenceng dari pertanyaan yang diajukan.

Anggota KPU Sulsel Hasruddin Husain yang akrab disapa Uceng usai melakukan sosialisasi media kampanye di Makassar, terkait posisi KPU.
“Moderator punya wewenang untuk menghentikan debat jika pertanyaan sudah menyerang pribadi atau di luar konteks tema. Tapi jika pertanyaan tetap relevan, maka tugas moderator hanyalah menjaga jalannya diskusi, bukan menginterupsi atau mengoreksi jawaban para calon,”ucap Uceng, Sabtu (2/11).

Calon gubernur Sulsel nomor urut satu Danny Pomanto tampaknya menginginkan debat dengan pendekatan yang lebih terarah. Menurutnya, moderator harus mengoreksi ketika jawaban calon tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.

Ketika debat pertama berlangsung di Hotel Four Point, Danny berbicara dengan penuh keyakinan, “Ini soal arah. Ketika yang ditanya lain, lalu dijawab lain, publik akan bingung. Kami berharap, debat selanjutnya moderator lebih berperan dalam mengarahkan jawaban agar sesuai dengan konteks.”pinta Danny.

Calon wakil gubernur Azhar Arsyad, menambahkan kritiknya dengan mengangkat pentingnya fokus pada isu-isu utama. Dengan sorot mata tajam, ia mengutarakan keresahannya, “Sulsel punya banyak masalah yang perlu disoroti. Ini adalah ruang pendidikan politik bagi publik, dan calon pemimpin harus menampilkan ketegasan serta kejelasan dalam menjawab persoalan rakyat. Anak-anak kita di desa kesulitan bersekolah, namun yang dibicarakan justru teknologi yang tidak relevan bagi mereka.”ucapnya.

Calon gubernur nomor urut dua, Andi Sudirman Sulaiman (ASS), punya pandangan berbeda. ASS menjelaskan bahwa setiap jawaban yang diberikannya adalah berdasarkan data dan fakta. Baginya, debat adalah wadah untuk menunjukkan kinerja yang telah nyata, bukan sekadar janji atau impian.
“Kami menyampaikan fakta. Kami ingin publik tahu apa yang sudah kami lakukan, bukan hanya rencana yang belum tentu bisa direalisasikan,” tegas ASS, menggambarkan pendekatan yang pragmatis dan berdasar data konkret.

Dalam dinamika ini, KPU Sulsel tetap berdiri di tengah, tak goyah oleh dorongan atau kritik. Bagi mereka, netralitas adalah jantung dari setiap proses demokrasi. Di atas panggung Pilgub yang semakin memanas, publik menanti apakah aspirasi Danny dan Azhar akan mengubah alur debat mendatang, atau justru menambah warna baru dalam adu gagasan untuk menentukan masa depan Sulsel. (jun/rif)



×


Moderator Berwenang Menghentikan Debat jika Pertanyaan Menyerang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link