MAKASSAR, BKM — Mimpi warga Sulsel untuk memiliki stadion kembali buyar. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum(PU) batal menganggarkan pembangunan Stadion Sudiang sebagai dampak dari efisiensi anggaran.
Untuk pembangunan infrastruktur di Sulsel, berdasarkan pagu anggaran Kemen PU, hanya satu proyek yang diakomodir tahun ini, yakni Bendungan Je’nelata di Kabupaten Gowa sebesar Rp700 miliar.
Seperti diketahui, jelang akhir masa jabatan, saat melakukan kunjungan ke Makassar, Presiden RI sebelumnya Joko Widodo berjanji akan mengakomodir pembangunan Stadion Sudiang. Namun rencana itu batal direalisasikan akibat pengetatan anggaran yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto.
Tentu saja pembatalan itu membuat warga Sulsel kecewa. Termasuk Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. Apalagi, untuk mendukung kehadiran stadion representatif itu, Pemkot Makassar sudah menganggarkan pembangunan infrastruktur jalan dan drainase di kawasan Stadion Sudiang. Nilainya mencapai Rp100 miliar.
“Kita juga harus prihatin, karena sekarang ada refocusing anggaran. Ada efisiensi,” ungkap Danny.
Dia mengibaratkan, efisiensi anggaran itu seperti orang yang berpuasa. “Namun, puasa itu untuk sehat. Jadi tidak usah dikait-kaitkan. Kita sabar saja dulu. Ini kan masalah kesabaran. Kalau puasa itu temannya sabar. Jadi sabarlah,” jelasnya.
Kendati pusat batal menganggarkan pembangunan Stadion Sudiang, Danny mengatakan Pemkot Makassar tetap akan menggunakan anggaran yang telah disiapkan untuk pembangunan jalan dan saluran drainase di kawasan Stadion Sudiang.
“Kita (tetap) bikin jalanan di depan. Kan bukan kita yang bikin stadion. Jadi bikin jalanan saja. Kan bisa dibikin. Jalanan di depan, di Jalan Pajjaiang apa semua, bisa,” tambah Danny.
Selain itu, pihaknya akan tetap mendukung Pemprov Sulsel dalam pengurusan berbagai izin yang berkaitan dengan Pemkot Makassar. Seperti analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) maupun amdal lalin.
Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel Suherman mengatakan, alokasi anggaran untuk amdal dan amdalain tetap dipakai. Dia mengaku diperintahkan untuk tetap dijalankan.
“Saya baru dikasi amdal dan amdalalinnya yang soft copynya. Pemprov jalan. Amdal dan amdalalin pakai anggaran Pemprov. Anggaran tersendiri,” ucap Suherman, Minggu (16/2).
Meski tak dapat memastikan Stadion Sudiang dapat dibangun tahun ini, Suherman menuturkan bahwa kabarnya anggaran stadion bertaraf internasional itu tidak terkendala masalah dalam penganggaran.
“Stadion anggarannya dari pemerintah pusat. Dari Jakarta (Kementerian PU) disuruh tetap jalan amdal dan amdalalin. Dengar-dengar kabar nda masalahji iya, saya disuruh jalan. Makanya, amdalalin disuruh kerjakan,” terangnya. (rhm-jun)

