MAKASSAR, BKM–Giliran politisi Partai Golkar Ali Gauli Arif yang mundur setelah mendapat amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Pasar Raya Makassar.
Sebelumnya, politisi Partai Demokrat Adi Rasyid Ali (ARA) mundur dari jabatan selaku Ketua DPC Demokrat Kota Makassar setelah ditunjuk sebagai Plt Dirut PD Parkir Makassar.
Usai mundur dari Demokrat, calon pengganti ARA terus bermunculan diantaranya Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham.
Selain Aliyah Mustika, ada sejumlah nama lainnya yang juga disebut-sebut sebagai kandidat penerus ARA di antaranya, Fatma Wahyuddin, Sekretaris DPC Demokrat Makassar yang juga menjabat Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulsel, Andi Januar Jaury Dharwis, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Demokrat Sulsel.
Dan tiga anggota Fraksi Demokrat DPRD Makassar masing-masing Ray Suryadi Arsyad, Rezki dan Tri Sulkarnain Ahmad.
Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Makassar, Ismail, memberikan tanggapan tegas dan terbuka terkait keputusan Ali Gauli Arif yang mengundurkan diri dari keanggotaan dan kepengurusan partai berlambang pohon beringin rindang setelah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Pasar Raya Makassar oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi.
Menurut Ismail, langkah Ali Gauli menunjukkan sikap dewasa dalam berpolitik serta komitmen terhadap profesionalisme. Ia menilai, keputusan tersebut patut diapresiasi karena menghindarkan potensi benturan kepentingan antara jabatan struktural pemerintahan dan keterikatan politik.
”Begitu Pak Ali ditunjuk sebagai Plt Dirut, hari itu juga beliau langsung menghubungi saya dan mengirimkan surat pengunduran dirinya. Tidak ada jeda, tidak ada negosiasi. Ini menunjukkan bahwa beliau sadar penuh akan pentingnya menjaga integritas jabatan publik,” ungkap, Selasa (13/5).
Ismail menambahkan, pihaknya segera merespons pengunduran diri tersebut secara internal. “Kami menggelar rapat harian, membahas surat dari Pak Ali, dan dengan cepat menerima pengunduran dirinya. Kami memahami bahwa ini adalah pilihan demi pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat,” lanjutnya.
Sebagai partai besar, kata Ismail, Golkar menghormati setiap keputusan kadernya, apalagi jika dilandasi oleh semangat pelayanan publik. “Ini bukan soal kehilangan kader, tapi soal memberi ruang bagi seseorang untuk mengabdi di jalur yang berbeda. Tentu kami bangga pernah berproses bersama beliau, ” ujar Ismail.
Dalam penutup pernyataannya, Ismail berharap Ali Gauli dapat membawa perubahan positif di Perumda Pasar dan tetap menjaga nilai-nilai pengabdian yang selama ini ditanamkan dalam organisasi partai.
Langkah cepat Ali Gauli dalam melepas atribut politiknya dinilai sebagai contoh baik di tengah sorotan publik terhadap netralitas pejabat BUMD. Tanggapan positif dari Partai Golkar memperlihatkan sikap terbuka partai dalam menghadapi dinamika kadernya yang menempuh jalur non-politik.(ita/rif)

