BARRU, BKM — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bekerja sama Bank Sulselbar Cabang Barru menggelar High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (HLM TP2DD) dan sosialisasi program Agangku di Baruga Pettu Adae, Lantai VI MPP Kantor Bupati Barru, Selasa (10/6)
Mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari,kegiatan tersebut dibuka secara resmi Pj Sekkab Barru Abu Bakar.
Dalam sambutannya, Pj Sekkab menyampaikan apresiasi kepada Bank Sulselbar, khususnya Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Barru atas kerja sama pelaksanaan kegiatan HLM TP2DD. Kegiatan ini merupakan momen penting yang menentukan posisi Kabupaten Barru dalam pemeringkatan wilayah oleh Bank Indonesia Wilayah Sulsel.
“Ini adalah kali pertama menggelar HLM yang secara substansial menyentuh aspek penilaian dan peringkat kabupaten/kota dalam wilayah kerja BI Sulsel. Ini penting bagi citra dan kemajuan Kabupaten Barru,” ujar Abu Bakar.
Dikatakan, HLM TP2DD menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk mempercepat dan memperluas Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Digitalisasi diarahkan menciptakan tata kelola yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam forum tersebut adalah aplikasi “Aganku” yang dikembangkan Bank Sulselbar.
Aplikasi Aganku jelas Abu Bakar memungkinkan masyarakat di desa dan dusun yang belum terjangkau layanan perbankan konvensional untuk mengakses pembayaran digital secara mudah. Para agen Aganku yang direkrut di tingkat lokal menerima insentif dari setiap transaksi dan dinilai sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi mikro.
Abu Bakar juga menyoroti pentingnya sistem non-tunai dalam menutup celah risiko penyimpangan. Ia mencontohkan, dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sistem tunai sering menimbulkan persoalan uang kembalian yang bisa memicu prasangka.
“Dengan sistem digital, semua transaksi tercatat dan terdokumentasi secara resmi,” tegasnya.
Bupati mengungkapkan bahwa hingga saat ini, Kabupaten Barru belum masuk dalam kategori daerah dengan performa tinggi dalam hal digitalisasi transaksi. Karena itu, ia berharap HLM TP2DD kali ini menjadi titik balik untuk mendorong percepatan pemanfaatan sistem non-tunai di seluruh 55 desa yang ada di Barru.
Bank Sulselbar juga disebut telah memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dividen yang dibagikan berdasarkan kinerja tahunan, menjadikannya mitra penting dalam pembangunan ekonomi daerah.
Di akhir sambutannya, Pj Sekkab mengajak seluruh peserta HLM untuk memanfaatkan forum ini secara maksimal. Ia mendorong peserta untuk berdiskusi, menyampaikan kendala, serta menggali informasi teknis langsung dari tim Bank Sulselbar yang hadir, termasuk perwakilan dari kantor pusat.
“Semoga setiap langkah yang kita ambil hari ini menjadi bagian dari ibadah, serta membawa kebaikan dan kemajuan bagi Kabupaten Barru yang kita cintai,” tutupnya.
Hadir pada kegiatan ini Sekretaris Bapenda Kab.Barru Jamaluddin Hasmin, Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Barru Farida Riani , Narasumber / Divisi Digitalisasi dan Layanan Bank Sulselbar Makassar M. Nakib Rabbani, Para Camat, para Lurah dan Kepala Desa. (udi/C)

