pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Penghujan Adalah Musim Panen

USAHA jasa pencucian mobil maupun sepeda motor meraup banyak rezeki saat musim hujan. Selain faktor musim hujan, meningkatnya jumlah kendaraan terutama sepeda motor di Kota Makassar memberikan peluang usaha di sektor ini.

Laporan: ARIF AL QADRY

Hal tersebut juga dirasakan, Halim tukang cuci motor di Jalan Sunu.
Halim mengatakan, sejak musim hujan, permintaan konsumen untuk mencuci kendaraan terutama sepeda motor yang kotor akibat musim hujan terus bertambah. Setiap hari sekitar 20-30 pemilik motor yang datang ke usaha tempat pencucian kendaraan yang ia tempati kerja. Umumnya pelanggan yang datang ke tempatnya adalah orang yang sudah bekerja.
“Rata-rata yang datang mencuci motor adalah karyawan yang sibuk bekerja. Apalagi, mereka sangat lelah bekerja sehingga tidak ada lagi waktu untuk mencuci sepeda motornya. Makanya tidak mau repot lagi cuci sendiri dengan datang langsung ke tempat pencucian,” kata dia kepada penulis.
Untuk itu, di musim penghujan adalah waktu yang sangat dinanti-nantikan oleh Halim, sebab makin banyak orang yang mencuci motornya semakin banyak pula keuntungan yang dia bisa bawa pulang untuk istri dan anaknya.
Bahkan disaat musim hujan, waktu bekerjanya lebih lama yang dimulai dari pagi sampai larut malam. Karena bayaknya orang yang ingin membersihkan motornya usai menghantam hujan.
Pendapatannya-pun pada musim penghujan setiap hari meningkat yakni Rp100 sampai Rp150 ribu setiap hari. Berbeda jika musim kemarau, dia hanya bisa membawa pulang uang hasil keringatnya sebesar Rp80 ribu per hari.
Sambil bermain air busa yang berada di wadah ember, Halim mengakui, berprofesi sebagai tukang cuci motor bukanlah cita cita yang didambakannya. Sewaktu kecil ia bercita-cita ingin menjadi prajurit TNI. Tetapi apa mau dikata, keinginan untuk terus bersekolah tidak bisa lagi dilanjutkannya karena terbentur biaya.
Pria kelahiran Ujung Pandang 30 November1988 ini-pun hanya tetap pasrah dan bertahan bekerja sebagai tukang cuci motor tanpa harus merasa malu, bahkan apa yang dilakukannya saat ini justru dia syukuri dan nikmati.
“Inimi pekerjaan yang membantu saya untuk menyekolahkan ke dua anak saya yang masih SD, juga membantu memenuhi biaya hidup sehari hari keluarga saya,” Kata Halim.
Sembari menunggu pengendara sepeda motor yang ingin menggunakan jasa pencucian motor, Halim sedikit berkisah jika berbagai pengalaman pekerjaan pernah dia jalani, mulai dari menjadi pegawai jasa pijat refleksi, security bank hingga menjadi tukang cuci motor.
Ia-pun memulai menjadi tukang cuci motor Sejak tahun 2010 lalu, usai menikahi istrinya yakni Misna. Karena dia ingin memperlihatkan rasa tanggungjawab seorang suami menafkahi istrinya, diapun memilih untuk membuka usaha jasa cuci motor agar dapat membiayai istri tercintanya.
Kebetulan tempat tinggal Halim yang berada di Jalan Sunu tidak jauh dari Masjid Al Markaz yang dimana di luar masjid selalu ramai di huni Pedagang Kaki Lima (PK5) termasuk pencucian motor.
Mendengar ada keluarganya yang membuka usaha pencucian motor, diapun mencarinya. Tidak sulit mencari lokasi tempat pencucian motor keluarganya, hanya beberapa menit saja dia menemukan tempat keluarganya. Diapun menawarkan jasanya.
Sejak pukul 08:00 wita, usai mengantar anak anaknya ke sekolah, Halim langsung bergegas ke tempat pencucian motor yang terletak di Jalan Sunu.
Air dan busa merupakan sahabat bagi Halim setiap hari.(arf/war)



×


Penghujan Adalah Musim Panen

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar