MAKASSAR,BKM– Pemerintah Kabupaten Sinjai menegaskan komitmennya dalam percepatan penanganan stunting di daerah. Fokus utamanya: kerja terarah dan kolaboratif lintas sektor.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, usai mengikuti Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) se-Sulawesi Selatan. Rakor ini berlangsung di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (8/5/2025).
Andi Mahyanto menyoroti pentingnya penguatan layanan di tingkat dasar, khususnya Posyandu.
“Kami akan maksimalkan peran Posyandu dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Bahkan Dinas Kesehatan juga harus terus menyalurkan makanan tambahan bagi balita yang terdampak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Tak hanya soal gizi, tapi juga soal edukasi dan pemantauan.
“Ini bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi seluruh elemen,” jelas Wabup Sinjai.
Di forum yang sama, Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, turut mendorong percepatan program dari tingkat provinsi hingga kabupaten.
“Kerja bersama menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target nasional,” ujarnya.
Turut mendampingi Wabup dalam kegiatan ini, Ketua TP PKK Sinjai Rozalina Andi Mahyanto, Kepala Dinas Kesehatan dr. Emmy Kartahara Malik, Kepala Dinas P3AP2KB Sinjai Janwar, dan Kepala Bappeda Haerani.
Pemkab Sinjai sendiri terus memperkuat sinergi antara pemerintah, kader, dan masyarakat. Harapannya, angka stunting menurun, dan anak-anak Sinjai tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia.

