pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Stop Kekerasan Anak, Puluhan Pelajar Gowa Ikuti Edukasi OCSEA dan Mental Health

BKM/SAR EDUKASI -- Para anak dari keterwakilan berbagai sekolah di Gowa (SMP dan SMA) saat mengikuti pembekalan edukasi OCSEA dan Mental Health yang digelar Dinas P3A Kabupaten Gowa serangkaian Pemilihan Duta Anak 2025 tingkat Kabupaten Gowa.

GOWA, BKM — Puluhan anak yang merupakan perwakilan dari 18 kecamatan se Kabupaten Gowa dan yang tergabung dalam Forum Anak Hasanuddin Tamalajjua (Fahasta) mengikuti Edukasi OCSEA dan Mental Health yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Gowa.
Edukasi ini dilaksanakan di Aryaduta Hotel Makassar pada Kamis (26/6) dibuka Kadis P3A Gowa, Kawaidah Alham, didampingi Sekdis Chaerani Mallingkai dan Kabid PPA, Sutrawati Rasyid.

Kegiatan ini dipandu pemateri masing-masing Prof Jufri seorang Psikolog (Kepemimpinan Tak Mengenal Usia) dan Andi Nurlela dari Unicef (Kesehatan Mental dan Pencegahan OCSEA Bagi Anak) serta Kadis P3A Gowa Kawaidah Alham (Stop Kekerasan pada Anak dan Perlakukan Anak Sesuai Usia).
Dihadapan para peserta edukasi ini, Kafis P3A Gowa, Kawaidah Alham menegaskan anak adalah masa depan bangsa. Anak harus diperlakukan sesuai umurnya. Anak itu adalah mulai berusia 1 tahun hingga 18 tahun dan anak harus bergembira.

”Kalau ada anak-anak yang tidak bergembira berarti dia punya masalah di rumahnya. Anak-anak punya hak kemerdekaan, dimana anak itu dominan punya sifat bermain. Menurut pakar anak, anak sampai umur 7 tahun itu tidak boleh diberi materi pelajaran yang berat. Di Sulsel khususnya di Gowa ada kebiasaan masih TK sudah diberi PR, sudah harus bisa berbahasa Inggris dan matematika. Padahal sebenarnya di TK sampai kelas 2 SD itu, anak-anak belajarnya hanya bermain. Makanya kurikulum pendidikan diubah yakni anak harus bermain sambil belajar. Jangan paksa anak kita belajar di saat otaknya belum bisa. Jika dipaksa, jelas akan timbul rasa bosan,” papar Kawaidah.

Dikatakan Kawaidah, seorang anak kalau di rumahnya suka tertekan maka karakternya pasti keras, misalnya suka membeli, suka melakukan kekerasan dan lainnya.
”Stop kekerasan pada anak. Karena itu kita sebagai orangtua, masyarakat termasuk pemerintah harus selalu hadir melindungi anak-anak kita dari berbagai tindak kekerasan yang membuat rusak fisik anak dan juga mental anak,” tandas Kawaidah.
Kegiatan edukasi ini seperti dikatakan Kabid Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA), Sutrawati Rasyid, merupakan bagian dari rangkaian pembekalan dan pemilihan Duta Anak 2025 Kabupaten Gowa.

”Sebelum masuk dalam kompetisi pemilihan Duta Anak, para peserta termasuk para anak yang tergabung dalam Forum Anak menjalani pembekalan dan edukasi tentang OCSEA (Online Child Sexual Exploitation and Abuse) atau upaya pencegahan eksploitasi dan pelecehan seksual anak di ranah daring juga Mental Health (kesehatan mental),” kata Sutrawati.
Dikatakan, dua hal ini sangat penting diberikan kepada anak, agar anak selalu waspada terhadap hal-hal yang dianggap baik padahal sebenarnya tidak baik.

”Anak-anak harus dibekali paham yang jelas tentang dunia digital dimana harus pandai memilah mana yang harus dilakukan mana yang tidak. Ini pembelajaran terhadap semua anak-anak agar mampu memfilter informasi dan pergaulan yang bisa mengarah ke negatif khususnya pada OSCEA tersebut. Kadang karena tidak paham dan tidak tahu anak-anak kadang jadi korban dalam OCSEA tersebut yang akibatnya berdampak pada kesehatan mental anak dan sebagainya,” jelas Sutrawati.
Dalam pembekalan ini, para anak dibekali berbagai ilmu termasuk dilatih public speaking dan sebagainya. Ketua Panitia Pelaksana, Al Farrel Danendra, mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai rangkaian pemilihan Duta Anak tahun ini.

Pemilihan duta anak ini sebut Farrel merupakan kegiatan tahunan yang digelar Dinas P3A Gowa. Dalam kompetisi pemilihan Duta Anak akan memilih empat duta anak yang akan mewakili Gowa ke jenjang provinsi hingga nasional. (sar)



×


Stop Kekerasan Anak, Puluhan Pelajar Gowa Ikuti Edukasi OCSEA dan Mental Health

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link