SIDRAP, BKM — Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif mendorong kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tampil sebagai kreator di era digital, bukan sekadar menjadi pengikut. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan Darul Arqam Madya (DAM) se-Indonesia Timur, Minggu (20/7).
Acara yang digelar Pimpinan Cabang IMM Kabupaten Sidrap ini berlangsung di Gallery Meeting Room Rest Area Datae, Kelurahan Lawowoi, Kecamatan Watang Pulu. Hadir pula Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sidrap, Patriadi, serta Anggota DPRD Sidrap, Andi Sugiarno Bahri.
Dengan tema “Ijtihad IMM: Meretas Problematika Peradaban”, kegiatan ini menjadi ajang penguatan ideologis dan intelektual kader IMM lintas wilayah. Dalam materi bertajuk “Diaspora Kader”, Syaharuddin menekankan pentingnya menyiapkan diri menghadapi realitas kehidupan sosial yang kompleks.
“Suatu saat nanti, ilmu dan pengalaman yang didapat di forum seperti ini akan sangat berguna ketika kalian berada di posisi strategis dalam masyarakat,” ujarnya.
Syaharuddin yang pernah menjabat Ketua Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulsel hingga Sekjen Pemuda Muhammadiyah Indonesia itu juga berbagi pengalaman kepemimpinannya dari bawah.
Dia menggarisbawahi pentingnya kecakapan menyelesaikan masalah, kemampuan berargumentasi, serta kepekaan terhadap realitas sosial. Menurutnya, teori akademik kerap kali tidak sepenuhnya sejalan dengan dinamika di lapangan.
“Era digital ini penuh peluang. Sisi positif dan kemudahannya sangat besar, tinggal bagaimana kita mampu memanfaatkannya secara kreatif,” ucapnya.
IMM tidak boleh sekadar menjadi penonton di era digital. “IMM harus hadir sebagai pencipta ide, bukan hanya konsumen atau pengikut,” tegasnya. Syaharuddin menutup materinya dengan pesan motivasi. Ia menganalogikan tahapan perjuangan kader muda sebagai batu kerikil yang bernilai biasa, namun jika terus diasah bisa menjadi seperti emas yang mahal dan dikenal luas.
“Jangan pernah putus asa. Selama ada niat, selalu ada jalan,” pungkasnya disambut tepuk tangan para peserta. (ady/C)

