PAREPARE, BKM — Satgas Pangan Sulsel bersama Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan kunjungan ke Pasar Lakessi, Kota Parepare guna memastikan penyaluran dan penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap sesuai aturan, Rabu (23/7).
Tim dipimpin Kanit 3 Subdit 1 Indag Polda Sulsel, AKP Jabbar, dan Senior Advisor KSP, Bodro Pambuditomo, serta didampingi perwakilan dari Bulog Sulsel, Pimpinan Cabang Bulog Parepare, Moh. Junaedy. Dari jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag), Andi Wisnah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), Muhammad Idris, dan Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setdako, Rudi M.
Selama di Pasar Lakessi, tim Satgas Pangan Sulsel bersama KSP mengunjungi kios pedagang yang menjual beras SPHP. Mereka memastikan skema penyaluran, hingga harga penjualan beras SPHP ke masyarakat sudah sesuai aturan pemerintah. Timbangan pedagang pengecer beras SPHP pun tak luput dari pegecekan tim Satgas Pangan Sulsel. Secara umum, sejak disalurkannya beras SPHP di pasaran, khususnya di Pasar Lakessi. Harga beras mulai stabil.
“Sebelumnya, beras jensi premium dijual Rp15.000 hingga 16.000 per kilogram. Sekarang, harga beras sudah ada penunrunan sekitar Rp1.000 per kilogram sejak beras SPHP sudah dijual,” ujar Ardi, salah seorang pedagang.
Dia mengaku bahwa beras premium yang dijual itu, dibeli dari Kabupaten Pinrang. “Beras premium ini, saya beli dari Pinrang. Tetapi sejak beras SPHP dari Bulog sudah ada. Pembeli banyak beli beras SPHP. Kemungkinan harganya murah disbanding beras premium,” jelasnya
Pedagang pengecer sejauh ini menjual beras SPHP dengan harga Rp 60.000 untuk kemasan 5 Kilogram (Kg). Per kilogramnya, dibandrol Rp12.000.
Kanit 3 Subdit 1 Indag Polda Sulsel, AKP Jabbar selaku Satgas Pangan Sulsel mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan kabupaten/kota, dan kunjungan dari Kantor Staf Kepresidenan.
“Kita turun ke daerah-daearh untuk memastikan penyaluran beras SPHP, dan bantuan pangan,” katanya.
Kepada masyarakat bahwa stok beras saat ini, berlimpah. “Kami mengimbau kepada masyarakat bahwa stok beras di Bolog banyak,” ujarnya.
Dia menekankan kepada para pelaku usaha untuk tidak melakukan kecurangan dengan beras SPHP ini.
“Kita imbau kepada pelaku-pelaku usaha yang mau bermain-main dengan beras SPHP. Karena kami akan awasi ketat, jangan sampai ada oknum yang membeli beras SPHP, kemudian dikemas ulang menjadi beras medium. Itu Namanya oplos dan ini menjadi perhatian dan atensi kami,” tegasnya.
Dia menyebut bahwa Satgas Pangan mulai dari Mabes Polri, Polda hingga Polres akan terus bergerak melakukan pengawasan. “Kami dari Satgas Pangan, mulai dari Mabes Polri, Polda sampai ditingkat Polres kami ada. Ketika ada permasalahan ditemukan, segera koordinasikan ke Polres, Satgas Pangan dan Pemda,” katanya.
Satgas Pangan terus bergerak untuk memastikan masyarakat mendapatkan beras sesuai jumlah, kuantum dan kualitas. “Tepenting juga harga sesuai yang ditetapkan pemerintah,” kata AKP Jabbar.
Sesuai hasil pemantauan penyaluran dan penjualan beras SPHP di tingkat pedagang pengecer di Pasar Lakessi sudah berjalan baik. “Kalau kita lihat tadi, Alhamdulillah sudah berjalan bagus. Sistem dan aplikasinya sudah dikuasai oleh pedagang pegecer beras SPHP. Sehingga aplikasi ini, bisa memproteksi orang-orang yang mau berbuat kecurangan. Dalam arti mau membeli dengan jumlah banyak, dan kemudian dijual lagi. Dengan adanya aplikasi bisa diproteksi,” katanya.
Dia mengingatkan agar para pelaku usaha tidak menyalahgunakan kepercayaan negara yang diberikan dalam penyaluran dan penjualan beras SPHP ini. “Kita juga mengedukasi jangan sampai para pelaku-pelaku ini tidak menyalahgunakan kepercayaaan negara yang telah diberikan untuk beras SPHP untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar,” tegasnya.
Senior Advisor at Executive Office of the President, Bodro Pambuditomo di sela kunjungannya di Pasar Lakessi, Parepare. “Kunjungan kita itu, memastikan dan mengecek keberadaan beras SPHP di pasaran,” ujarnya.
Dia menyebut bahwa beras SPHP sudah cukup banyak tersedia di pasaran, termasuk harganya cukup kompetitif dan baik. Sehingga efeknya membantu mendorong penurunan Harga. “Harapannya pengendalian harga itu, berjalan baik untuk menekan angka inflasi,” tegasnya.
Dia memuji harga beras SPHP yang dijual Rp12.000 per kilogram itu, cukup baik dibanding HET zona 1 yang dijual Rp12.500 per kilogram. (mup/d).

