MAKASSAR, BKM–Dua hari lelang jabatan atau seleksi terbuka dibuka, tercatat sudah ada empat pendaftar yang melakukan registrasi.Menariknya, dari empat pendaftar tersebut, tiga diantaranya berasal dari luar Sulawesi Selatan.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu menerangkan, tiga pendaftar dari luar Sulsel, masing-masing dari Jember Jawa Timur, Sangir Talaud, dan Toraja Utara.
Sementara satu orang dari lingkup Pemkot Makassar, yakni Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Fadli Tahar.
“Jadi ada empat yang sudah registrasi. Tiga diantaranya dari luar, yakni dari Jember, Toraja Utara, dan Sangir Talaud. Sementara satunya adalah pejabat lingkup Pemkot Makassar,” beber wanita yang akrab disapa Memi di Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (5/8).
Mantan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM itu mengatakan, empat pendaftar itu baru melakukan tahapan registrasi. Belum memasukkan kelengkapan berkas.
Dia mengatakan, sejauh ini, cukup banyak yang antusias untuk mengikuti proses lelang jabatan. Namun baru sebatas meminta informasi via telepon terkait persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.
“Sudah banyak yang telpon untuk tanyakan persyaratan ikut lelang jabatan seperti apa,” ungkap Memi.
Dia menambahkan, sesuai aturan, para pelamar nantinya bisa membidik maksimal tiga jabatan yang dilelang.
Untuk pejabat lingkup Pemkot Makassar harus mendapat surat rekomendasi langsung dari Wali Kota Makassar terkait keikutsertaannya pada seleksi terbuka ini.
Selain itu, pendaftar juga harus mengantongi surat untuk tes kejiwaan dari rumah sakit yang berkompeten.
Sebelumnya, Sekretaris Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda menerangkan, Pemkot Makassar membuka sembilan jabatan eselon II yang kosong untuk dilelang secara nasional. Artinya, proses seleksi ini terbuka tidak hanya bagi aparatur di lingkup Pemkot Makassar, tetapi juga bagi ASN dari seluruh Indonesia yang memenuhi persyaratan.
“Ada sembilan jabatan yang kosong di SKPD Pemkot Makassar setingkat eselon II. Ke-sembilan jabatan ini tentunya masih diisi sementara oleh pelaksana tugas,” ujar Andi Zulkifli.
“Sehingga kita membuka lelang secara nasional, artinya bukan hanya dari Pemerintah Kota Makassar tapi bisa dikuti nasional sepanjang sesuai persyaratan,” lanjutnya.
Sembilan jabatan tersebut diantaranya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah.
Kepala Dinas Penataan Ruang, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DamkarMat), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Daya), dan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan).
Zulkifli juga menguraikan bahwa Pemkot Makassar telah memperoleh izin dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk pelaksanaan seleksi terbuka ini. Selain itu, pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) juga telah mendapat persetujuan resmi.
Ia menyampaikan dirinya secara langsung akan memimpin Pansel Lelang Jabatan ini sebagai Ketua, dan beranggotakan sejumlah tokoh profesional dan akademisi. Diantaranya, Muhammad Idris, Marwan Mansur (Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan), Prof Aswanto, Prof Batara Surya dan sejumlah Tim Tenaga Ahli Wali Kota Makassar.
Lanjut, tahapan seleksi meliputi penelusuran rekam jejak, pembuatan makalah, serta asesmen potensi dan kompetensi, wawancara, dan penetapan hasil.
Rentetan seleksi lelang jabatan di buka mulai tanggal 4 hingga 18 Agustus 2025. Selanjutnya, penelusuran rekam jejak mulai dilaksanakan pada 19 Agustus, disusul dengan penilaian makalah pada 21 Agustus.
“Asesmen potensi dan kompetensi akan bekerja sama dengan pihak Lembaga Administrasi Negara (LAN) Kota Makassar,” tandas Zulkifli. (rhm)

