DILI, BKM — Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muhammadiyah Timor Leste terus memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat Timor Leste.
PCI Muhammadiyah Timor Leste berencana membangun sekolah internasional di negara pecahan Indonesia ini.
Untuk membahas rencana ini, sejumlah pengurus Muhammadiyah Timor Leste bertemu Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KBRI Dili, Prof Dr Tasrifin Tahara.
Pertemuan dilaksanakan di Gedung Pusat Budaya Indonesia, kantor Atase Dikbud KBRI Dili, Jumat (22/8/2025) pukul 09.00 pagi waktu Dili.

PCI Muhammadiyah Timor Leste dipimpin oleh ketuanya Ipolito Soares didampingi Wakil Ketua Muslim Maumoto yang juga Ketua Perwil Tapak Suci Timor Leste, Bendahara Ahmad Fuad, Kepala SMA Annur Luis Amaral, Kepala SD Annur Daud Pinto, pengurus Tapak Suci Anwar Soares dan Muaz Mozil dan pengurus Aisyiah Maryam Nur.
Atase Dikbud KBRI Dili, Prof Dr Tasrifin Tahara kepada BKM, Jumat (22/8/2025) mengatakan, ada beberapa poin pembahasan dalam pertemuan tersebut.
“Yang dibahas seperti rencana tentang pembangunan sekretarian PCIM Timor Leste dan pendirian Sekolah Internasional Muhammadiyah di Timor Leste,” kata Prof Tasrifin.
Agenda lain yang paling utama dibahas dalam pertemuan itu, kata Prof Tasrifin, adalah rencana kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof Abdul Mu’ti.
“Rencananya Pak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah datang ke Timor Leste pada tanggal 4 hingga 5 September 2025,” kata Tasrifin.
Kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ke Dili dalam rangka sebagai pembicara pada Konferensi Early Chidhood Education (ECE) 2nd National Coference.
Menurut Tasrifin, warga Timor Leste dan Pemerintah Timor Leste sangat terbuka dan berharap ada peran Muhammadiyah dalam pendidikan dan kesehatan di Timor Leste. (*)

