GOWA, BKM — Setelah sempat viral akibat tertangkap mencuri pisang empat tandan untuk membayar cicilan koperasi dan membiayai istri yang sedang hamil, kini Erlangga bin Hamka telah menghirup udara bebas.
Erlangga dibebaskan melalui proses restorative justice atau keadilan restoratif tanpa melalui pengadilan.
Beberapa hari setelah Erlangga tertangkap, Polres Gowa memediasi antara Erlangga warga Barombong dengan pemilik pisang Rustam bin Usman di Polsek Barombong.
Erlangga menyampaikan permohonan maaf ke Rustam dan Rustam sebagai pemilik pisang memberikan maaf kepada Erlangga.
Saat itu, Erlangga yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas mengaku terpaksa mencuri pisang karena ingin membayar cicilan koperasinya Rp100 ribu per minggu. Termasuk membiayai istrinya yang sedang hamil.
Mendapat informasi ini, Garuda Astacita Nusantara (GAN) Sulsel bergerak cepat. Ketua Umum GAN Sulsel, Ir. H. Sugianto Wahid mengajak pengurusnya memberikan santunan kepada Erlangga.
Para pengurus GAN Sulsel berangkat ke Mapolres Gowa dari kantor GAN Sulsel di Jalan Adiyaksa Makassar, Rabu (27/8/2025).
Selain Sugiyanto Wahid, beberapa pengurus yang hadir yakni Prof Sukardi Weda, Dr Sakka Pati, Nani Haslinda, Emma Husain, Ira Alhadad dan Naris Agam.

Saat tiba di Mapolres Gowa, pengurus GAN Sulsel langsung diterima Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman.
Tampak pula Erlangga bin Hamka dan istrinya yang sedang hamil. Erlangga mengenakan kemeja hitam.
Kepada media, Ketua Umum GAN Sulsel, Sugianto Wahid mengatakan jika GAN Sulsel telah melunasi seluruh cicilan Erlangga di koperasi milik salah satu BUMN.
“Semua cicilannya sudah kami lunasi. Jadi tidak lagi membayar cicilan ya bu,” kata Sugianto kepada perwakilan koperasi tempat Erlangga meminjam uang.
Selain melunasi cicilan Erlangga, GAN Sulsel juga memberikan santunan untuk kebutuhan hidup sehari-hari Erlangga dan keluarga.
“Kami juga berencana akan membantu Erlangga satu unit sepeda motor yang bisa digunakan untui bekerja,” kata Komisaris PT KIMA ini.
Saat menerima bantuan ini, Erlangga tidak bisa menahan air matanya. Ia tertunduk dan sesegukan. Sesekali ia menyeka air matanya dengan tangan yang masih memegang amplop berisi santunan.
Saat Kapolres Gowa mempersilakan Erlangga menyampaikan sepatah kata, ia tak mampu. Ia terus tertunduk sambil menangis.
Akhirnya sang istri berinisiatif menyalami Sugianto Wahid. “Terima kasiha pak atas bantuannya,” kata istri Erlangga pelan.
Erlangga pun ikutan menyalami Sugianto Wahid. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada GAN Sulsel yang peduli atas apa yang ia alami.
Kapolresa Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada GAN Sulsel yang telah membantu Erlangga.
“Semoga rezeki Bapak dan Ibu pengurus GAN Sulsel dilancarkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata kapolres. (*)

