PAREPARE, BKM — Panitia Pelaksana Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Road Race Putaran III menetapkan Terminal Lumpue sebagai lokasi pertandingan. Area Terminal Lumpue akan disulap menjadi sirkuit balap dan murni hasil dari swadaya panitia sebagai bentuk partisipasi serta pihak pendukung kegiatan.
Ketua Panitia Kejurprov Road Race Putaran III, Firman menegaskan bahwa pengaspalan areal Terminal Lumpue terus digenjot agar pelaksaan kegiatan bisa berjalan sesuai rencana. Menurut Firman pihaknya meluruskan sorotan dari pihak tertentu yang menuding bahwa pengerjaan pengaspalan lokasi tersebut bersumber dari dana proyek Pemkot Parepare.
“Jadi, kami dari panitia secara mandiri mengumpulkan dana untuk pengaspalan lokasi sirkuit di Terminal Lumpue. Pengaspalan ini bukan dari dana pemerintah kota,” tegas Firman saat ditemui didampingi Ketua IMI Parepare, Jeanne Ahmad Rifai, dan Ketua Solutif Parepare, Basri Bas, Selasa (9/9).
Firman menjelaskan, pengaspalan dilakukan semata-mata untuk menunjang kelancaran dan kenyamanan jalannya perlombaan, sekaligus meningkatkan daya tarik bagi sponsor maupun peserta balap dari berbagai daerah.
“Pengaspalan bagian dari fasilitas penting supaya bagaimana sponsor bisa tertarik dan para peserta pembalap juga merasa nyaman,” ungkapnya.
Dia juga memastikan, pengaspalan tersebut telah mendapatkan persetujuan resmi dari otoritas terkait.
“Tentu, kami sudah mendapatkan izin dari Balai Pengelola Transportasi Darat Provinsi Sulawesi Selatan, selaku pihak yang memiliki otoritas pemanfaatan Terminal Lumpue,” tambah Firman.
Sementara itu, Ketua IMI Parepare, Jeanne Ahmad Rifai, menuturkan bahwa pesta otomotif ini akan kembali menggema di Kota Parepare pada 19–20 September 2025. Terminal Induk Lumpue yang disulap menjadi sirkuit dadakan dipastikan bakal menjadi pusat perhatian ribuan pecinta otomotif.
Event Road Race Kejurprov IMI Sulsel Putaran III, bukan hanya menjadi ajang adu kecepatan antar pembalap, tetapi juga menjadi pesta hiburan rakyat. Dengan harga tiket Rp50 ribu untuk dua hari, penonton akan disuguhkan persaingan sengit para pembalap sekaligus berkesempatan membawa pulang door prize utama berupa satu unit motor.
Lebih jauh, Jeanne menekankan bahwa perhelatan ini merupakan momentum penting bagi Parepare dalam memperkuat citra sebagai kota sport tourism. Ajang balap dipercaya mampu menggerakkan perekonomian lokal, terutama bagi pelaku UMKM serta sektor pariwisata.
“Kita ingin menghadirkan tontonan yang bukan hanya menghibur, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Setiap event balap selalu mendatangkan ribuan orang, ini peluang besar bagi UMKM dan sektor pariwisata kita,” pungkas Jeanne. (mup/C)

