GOWA, BKM — Bupati Gowa, Husniah Talenrang menegaskan, bantuan PKH yang diberikan pemerintah sebesar Rp600 ribu per satu bulan tidak dipakai untuk judol dan membayar pinjol.
Penegasan ini menjadi ultimatum Bupati Gowa agar bantuan tersebut tidak dipakai asalan saja. Husniah menekankan hal tersebut saat kunjungannya di Kecamatan Bontomarannu dalam rangkaian One Day One District, pada Selasa siang (23/9).
Didampingi Kadis Sosial Firdaus dan Kadis Pendidikan Taufik Mursad, Husniah berharap para Camat baik Camat Bontomarannu, Camat Parangloe dan Camat Manuju serta para Tripika tiga kecamatan mengedukasi masyarakat penerima manfaat agar tidak salah membelanjakan bantuan yang diberikan.
Pada kesempatan menyapa masyarakat golongan ekonomi lemah yang terpusat di aula kantor Pemcam Bontomarannu di Kelurahan Borongloe, Bupati Husniah membagikan kartu keluarga sejahtera serta bantuan PKH kepada 108 kepala keluarga sebagai penerima manfaat.
Secara detil dari Bontomarannu sebanyak 56 KK penerima manfaat, Parangloe 36 KK dan 16 KK dari Kecamatan Manuju.
”Saya tegaskan, bantuan ini jangan dipakai untuk judol (judi online) dan membayar pinjol (pinjaman online). Manfaatkan bantuan PKH ini sebaik-baiknya. Tidak boleh dipakai untuk hal lain. Kalau dipakai untuk itu maka BNI akan langsung coret. Langsung otomatis dikeluarkan. Ingat yaa, tidak boleh juga digadaikan (dikasikan ke orang lain kartunya sama dengan digadaikan). Ini tidak boleh,” tegas Husniah.
Bupati Gowa menjabarkan, jika masyarakat penerima mendapatkan bantuan ini maka nilainya itu lumayan karena diberikan per tiga bulan.
”Lumayan, ibu bapak dapat 600 ribu dijadikan modal usaha kecil-kecilan yang bisa dapat untung 100 ribu per hari. Ini akan bermanfaat ketimbang satu kali dipakai untuk cicil barang atau beli keperluan lainnya yang bukan untuk keluarga. 600 ribu dikali berapa bulan jelas jumlahnya lumayan. Karena itu manfaatkan untuk bangun usaha kecil-kecilan. Jangan pakai langsung habis,” kata Husniah.
Di antara penerima itu, ada satu orang warga Borongloe, Kecamatan Bontomarannu bernama Hasbiah Dg Jinne dijanji akan dibantu Bupati Gowa dengan modal usaha mendirikan Z-Mart. Demikian pula seorang warga lainnya bernama Ilyas.
Ilyas akan dibantu bupati untuk perbaikan rumahnya yang tidak layak menjadi layak huni. Apalagi Ilyas tinggal bersama keluarganya yakni delapan orang anak dan lima orang cucu.
Camat Bontomarannu, Muh Syafaat Surya Atmaja mengatakan, khusus untuk warga Bontomarannu sebanyak 56 orang KK penerima. 40 penerima PKH dan 16 orang penerima bantuan sembako.
”Kami atas nama pemerintah kecamatan meminta para warga penerima untuk memanfaatkan sebaik-baiknya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program One Day One District Bupati Gowa dan diterima secara berkala. Khusus untuk bantuan sembako itu nilainya 200 ribu dan kalau bantuan PKH itu per tiga bulan dengan nilai bervariasi tapi standarnya 600 ribu. Jadi kadang ada yang terima sampai 2 juta rupiah karena sesuai komponennya diantaranya punya anak sekolah usia SD sampai SMA, lansia, bumil, balita dan lainnya. Jadi semakin banyak komponennya semakin banyak diterima,” jelas Syafaat.
Untuk penerima bantuan PKH ini totalnya mencapai 27.700 lebih orang. Bantuan PKH ini harus betul-betul menutupi kebutuhan hidup bukan untuk kebutuhan lain-lain yang tidak sesuai proporsinya. (sar)

