PAREPARE, BKM — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar rapat terbuka luar biasa pengukuhan guru besar di Auditorium IAIN Parepare, Minggu (5/10). Sebanyak enam akademisi resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam berbagai bidang keilmuan. Acara pengukuhan dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Suyitno, Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. KH. Hannani. Hadir perwakilan pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, tokoh agama, akademisi, dan civitas akademika IAIN Parepare.
Mereka yang dikukuhkan sebagai professor yakni Prof. Dr. H. Mahsyar, M.Ag. – Ilmu Hadis Tarbawi, Prof. Dr. Fikri, S.Ag., M.Ag. – Ilmu Hukum Keluarga Islam, Prof. Dr. Hj. ST. Nurhayati, M.Hum. – Ilmu Tasawuf, Prof. Dr. Hj. ST. Aminah, M.Pd. – Ilmu Sosiologi Agama, Prof. Dr. Hj. Rusdaya Basri, Lc., M.Ag. – Ilmu Sosiologi Hukum Islam, dan Prof. Dr. Musdalifah Muhammadun, M.Ag. – Ilmu Tafsir
Ucapan selamat datang dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan profesional dan dunia usaha. Komisaris PT Anugerah Jasa Otorita (AJPAR), H. Amran, menyampaikan apresiasi kepada Prof. Mahsyar dan Prof. ST. Nurhayati.
” Alhamdulillah, selamat atas pengukuhan sebagai Guru Besar IAIN Parepare. Semoga Allah SWT melimpahkan kesehatan, kebijaksanaan, dan keberkahan ilmu. Semoga ilmu yang ditorehkan menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujar H. Amran.
Dalam sambutannya, Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani menekankan pentingnya kualitas dosen dalam hal penguasaan ilmu, metode pengajaran, dan kehadiran di kelas. Ia juga mengingatkan agar para pendidik senantiasa mendoakan murid-muridnya.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Suyitno, menyoroti pentingnya orientasi ilmu untuk kemajuan umat. “Ilmu bukan untuk kesombongan atau kepentingan pribadi, tapi harus menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan umat,” ujarnya.
Acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne IAIN, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aidil Fitra, dan pembukaan rapat senat terbuka. Acara dilanjutkan dengan orasi ilmiah, pengukuhan resmi, sambutan dari Rektor dan Dirjen Kemenag, serta ditutup dengan doa oleh Syekh Sayyid Abd. Rahim Assegaf Puang Makka. (mup/C)

