MAKASSAR, BKM. COM — Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Dr. Hj. Hasmyati, M.Kes menerima Penganugerahan Brevet Kehormatan Kesehatan Penyelam dan Hiperbarik di Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari Jalan Satando Kota Makasar Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (9/10).
Penganugerahan brevet kehormatan dipimpin Komandan Koderal VI Makassar Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, MM berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut No Kep/2881/X/ 2025 tanggal 2 Oktober 2025 dalam rangka Hari Kesehatan TNI Angkatan Laut Tahun 2025.
Dalam sambutannya Jenderal Abdul Aziz mengatakan penganugerahan brevet kehormatan ini diberikan kepada sejumlah stakeholder seperti akademisi, kepala daerah dan lainnya sebagai bagian dari sinergitas antarinstansi yang telah terbangun selama ini.
Kampus dan Pemda adalah mitra strategis bagi kami di Angkatan Laut. Hal ini akan terus dijaga demi keberlangsungan kerja sama yang telah terbangun dengan baik.
“Kegiatan penganugerahan ini resmi sesuai dengan surat keputusan Kepala Staf Angkatan Laut,” ujar Andi Abdul Aziz.
Sementara itu, Prof Hasmyati mengaku bangga dengan hal tersebut. Penganugerahan brevet kehormatan ini sebuah kehormatan dan salah satu kejutan yang luar biasa dalam karirnya.
“Saya mengucapkan syukur Alhamdulillah atas karunia Allah SWT. Pengabdian kami di kampus khususnya di bidang keolahragaan dan kesehatan ternyata terpotret di ruang publik. Hari ini pihak Angkatan Laut menganugerahkan Brevet Kehormatan Kesehatan ini. Luar biasa,” ujar Prof Hasmyati.
Professor Hasmyati menambahkan terapi hiperbarik adalah suatu jenis perawatan medis yang menggunakan oksigen murni pada tekanan yang lebih tinggi daripada tekanan atmosfer normal untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan jaringan tubuh.
Terapi ini dapat membantu mengobati berbagai kondisi medis seperti miom, autoimun, luka kronis, kerusakan jaringan, stroke, cedera otak traumatik, autisme, penyakit dekompresi dan lainnya.
“Terapi hiperbarik dilakukan dengan menggunakan ruang hiperbarik yang dirancang khusus untuk meningkatkan tekanan udara dan kadar oksigen. Pasien akan menghirup oksigen murni melalui masker atau hood yang terhubung dengan ruang hiperbarik,” ujar Prof Hasmyati.(Ila)

