BULUKUMBA, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Bulukumba, Syahruni Haris optimistis masa depan Indonesia semakin cerah di bawah pemerintahan Prabowo Subianto. Terbukti dengan rens waktu baru setahun pemerintahannya, Indonesia mengalami kemajuan pesat di berbagai sektor.
“Lompatan kemajuan Republik Indonesia di bawah pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto sangar luar biasa. Ini baru setahun beliau menjabat sebagai presiden,” kata Syahruni Haris di Kompleks Gedung DPRD Kabupaten Bulukumba, Selasa (21/10).
Syahruni Haris yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba ini, berpendapat bahwa variabel utama kemajuan suatu bangsa dan negara bisa dilihat dari angka pertumbuhan ekonominya.
“Kita harus realistis menilai. Tidak mudah untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen dengan kondisi ketidakpastian ekonomi dunia. Perang dagang global terus bergejolak, tapi ekonomi Indonesia tumbuh solid,” kata Syahruni Haris.
Lebih lanjut, politikus berlatar aktivis-pengusaha ini menanggapi angka kemiskinan Indonesia yang menurun tajam 8,47 persen. Angka penurunan ini juga, sebagai angka terendah sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Selain kemiskinan, Presiden Prabowo juga mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) ke angka 4,76 persen. Sebab itu, Syahruni Haris mengajak semua elemen untuk terus mendukung program pemerintah dalam menyejahterakan rakyat.
“Berdasarkan pidato Bapak Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna, penurunan pengangguran ini adalah angka terendah sejak krisis tahun 1998. Ini sangat luar biasa,” ujarnya.
“Olehnya itu, mari sama-sama mendukung program Bapak Presiden Prabowo Subianto. Insya Allah dengan dukungan kita semua, Indonesia ke depan semakin cerah dan masyarakat semakin sejahtera,” tambah Syahruni Haris.

Ketua Pengurus Kabupaten Karang Taruna Bulukumba ini, juga memuji kepemimpinan Presiden Prabowo yang mampu menjaga inflasi nasional di kisaran 2 persen sebagai salah satu yang terendah di negara-negara G20.
“Beliau juga menyampaikan defisit APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) tetap terjaga di bawah batas 3 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto). Kondisi ini patut kita syukuri bersama,” ujar Syahruni Haris.
Sekadar diketahui, Presiden Prabowo berpidato dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/10), tepat setahun masa pemerintahannya. Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.(ful/rif)

