pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Adi Culla Ungulkan Appi Pimpin Golkar Sulsel

IST BERDAMPINGAN--Wakil Ketua umum DPP Golkar Idrus Marham jalan berdampingan dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin pada kegiatan jalan santai bersama Ketua KKSS Andi Amran Sulaiman

MAKASSAR, BKM–Meski tidak masuk dalam tiga nama yang disebut politisi senior Golkar, Prof Dr Nurdin Halid (NH), sebagai figur kuat calon Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin alias Appi, justru dinilai sebagai kandidat paling siap menakhodai Golkar di Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, NH hanya menyebut tiga nama yang dianggap berpeluang besar yakni Bendahara DPD I Golkar Andi Ina Kartika Sari yang juga Bupati Barru, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS), dan Ketua Golkar Sulsel petahana, Taufan Pawe (TP), sementara nama Appi tidak masuk dalam daftar itu.
Adapun Wakil Ketua umum DPP Golkar Dr Idrus Marham juga hanya menyebut tiga kandidat yakni Appi, Andi Ina dan IAS. Idrus tidak menyebut nama TP.
Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Dr Adi Suryadi Culla, menilai bahwa Appi merupakan figur yang sangat layak dan justru paling siap memimpin Golkar Sulsel pada Musyawarah Daerah (Musda) mendatang.

“Saya melihat perebutan kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel cukup menarik. Pak Appi layak jadi nakhoda. Karena beliau punya rekam jejak, kompetensi, dan pengalaman politik yang cukup matang.”jelas Adi, Senin (17/11).
Adi menyebut bahwa dukungan signifikan terhadap Appi datang dari sekitar 17 DPD II kabupaten/kota, sebuah modal kuat dalam kontestasi Musda. Menurutnya, dukungan pemilik suara inilah faktor paling menentukan.
“Pak Appi terbiasa menghadapi ombak politik. Reputasinya tidak diragukan. Kalau pun ada yang meragukan, itu hanya gimik dari pihak yang ketakutan. Tidak akan menggoyahkan niatnya maju.”tambahnya.

Adi juga menilai bahwa peta persaingan bisa berubah jika terjadi pergeseran aliansi di tubuh Golkar. Dalam skenario itu, Appi menjadi figur yang sangat diperhitungkan.
“Dia punya pengalaman, basis kuat, dan kapasitas yang teruji,”tegasnya.
Sebagai mantan CEO PSM Makassar dan kini Wali Kota Makassar, Appi dianggap memiliki rekam jejak yang menunjukkan kemampuan bertarung dan memulihkan kekuatan partai di tingkat lokal. Pencapaian Golkar Makassar pada Pemilu 2024 disebut sebagai salah satu bukti.
“Ia mampu membawa Golkar bangkit di Makassar, dan itu modal besar untuk memajukan Golkar Sulsel,” tambah Adi.
Tidak hanya itu, kedekatan Appi dengan tokoh nasional seperti Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia yang pernah bersama dalam struktur HIPMI Pusat serta hubungan baik dengan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) diyakini memperkuat posisinya.

“Dukungan DPD II itu riil. Ditambah kedekatan dengan JK dan Bahlil, ini variabel penting dalam dinamika partai,”jelasnya.
Adi juga menilai bahwa Appi memiliki modal yang lengkap dukungan daerah, pengalaman politik, dan hubungan kuat dengan elite pusat. Ia bahkan menyinggung faktor usia dan energi.
“Appi masih muda dan punya energi besar. Golkar membutuhkan darah segar untuk berkompetisi ke depan,” katanya.
Terkait nama-nama lain seperti IAS, Andi Ina, dan Adnan Purichta Ichsan, Adi menegaskan bahwa keputusan final tetap berada di tangan DPP Golkar. Namun ia menilai, secara objektif, Appi termasuk figur terbaik di antara para kandidat.
“Mereka semua tokoh populer dan kompeten, tapi Appi memiliki pengalaman dan basis yang kuat. Dia tidak bisa diabaikan,”tutup Adi. (jun/rif)

Idrus Marham Harap Golkar Sulsel Konsolidasi Total

WAKIL Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi internal Partai Golkar di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, Golkar saat ini mengalami ‘degradasi’ sehingga membutuhkan konsolidasi total agar dapat kembali menjadi kekuatan politik utama di daerah tersebut.
Idrus menyampaikan bahwa Golkar Sulsel harus dibangun kembali sebagai ‘rumah besar’ yang dikelola bersama oleh seluruh elemen partai mulai dari senior, kader berprestasi, hingga generasi baru. Ia menekankan bahwa setiap kelompok dan tokoh di dalam partai memiliki peran dan tidak boleh disingkirkan.
“Golkar ini dulu dibangun sebagai rumah besar. Di dalamnya ada senior, ada kader-kader, ada yang baru. Semuanya satu kesatuan. Jangan ada yang merasa paling hebat. Kita butuh power sharing untuk membangun kembali kekuatan besar Golkar,”ujar Idrus Marham usai mengikuti jalan sehat bersama Ketua KKSS Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian RI serta Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi, Minggu (16/11).

Menurutnya, Golkar hanya bisa kembali kuat jika semua kekuatan terlibat, bukan hanya satu kelompok atau figur.
Idrus juga menyinggung filosofi dasar Golkar sebagai representasi kelompok-kelompok fungsional yang mencerminkan keberagaman bangsa Indonesia. Karena itu, partai harus kembali pada karakter utamanya: menghimpun kekuatan dari berbagai lapisan dan profesi.
“Golkar itu holding dari kelompok-kelompok fungsional. Karakter bangsa kita ada di situ. Maka semua potensi harus dirawat. Kalau kehilangan itu, Golkar akan semakin melemah,”jelas mantan Sekjen DPP Golkar ini.

Menurut Idrus, dinamika politik ke depan semakin kompleks dan menuntut partai untuk melakukan penguatan organisasi secara menyeluruh. Konsolidasi penting terutama di Sulsel yang masih memiliki karakter politik paternalistik, di mana peran tokoh senior dan nilai-nilai kultural sangat berpengaruh.
“Kalau kita tidak hormati orang tua, tidak hormati senior, tidak hormati nilai kebersamaan, maka kita sulit bergerak. Konsolidasi total itu wajib, agar struktur dari pusat sampai daerah bisa jadi satu tim utuh,”pintanya.
Idrus juga menyinggung persaingan elektoral di Sulsel, di mana perolehan suara Golkar berada di bawah partai lain. Ia menyebut kondisi ini sebagai alarm bagi pengurus untuk berbenah lebih serius.

“Golkar Sulsel dapat 14 kursi, sementara Nasdem 17. Untuk kembali nomor satu, harus ada gerakan politik dan pembenahan organisasi yang sungguh-sungguh,”tuturnya.
Idrus menegaskan bahwa evaluasi total adalah langkah awal untuk mengembalikan Golkar sebagai ‘lumbung beringin’ di Sulsel. “Kita harus evaluasi menyeluruh. Karakter Sulsel berbeda dengan daerah lain. Perlu penataan ulang, kebersamaan, dan gerakan bersama untuk mengembalikan kejayaan Golkar,”pungkas Idrus yang juga Ketua umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini. (jun/rif)



×


Adi Culla Ungulkan Appi Pimpin Golkar Sulsel

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link