MAMUJU, BKM — Jelang masa akhir jabatannya sebagai bupati Mamuju yang diemban dipundaknya selama dua periode atau 10 tahun, membuat Dr H Suhardi Duka sering mengatakan, kalau ia ingin berakhir dengan khusnul khotimah. Juga, ia ingin mewariskan hal-hal yang baik kepada penggantinya kelak.
Karena menurutnya, hal tersebut dapat membantu kesinambungan pembangunan daerah nantinya. ”Saya ingin berakhir tanpa catatan, tanpa gesekan, tanpa pembelahan,” tegas Bupati Mamuju, Suhardi Duka saat menjadi inspektur upacara pada bendera yang berlangsung di halaman kantor bupati Mamuju, Senin (3/8).
Ia juga berharap agar hal tersebut dapat dilakukan dan senantiasa berpikir panjang ke depan. Sehingga seluruh jajaran pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), karyawan dan staf, ketika nanti lepas dari jabatan yang diemban dapat berakhir dengan baik dan tanpa catatan apapun.
Untuk diketahui, pada upacara bendera tersebut, bupati juga menyerahkan sertifikat prajabatan secara simbolis bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah menyelesaikan salah satu syarat sahnya menjadi abdi negara. Pada kesempatan tersebut, bupati Mamuju mengakui bahwa selama menjabat sebagai pimpinan daerah tidak kurang dari 3.000 orang yang telah diangkat sebagai PNS.
”Jadi pegawai itu kebanggaan. Jadi, pegawai merupakan bagian dari kesuksesan,” tegasnya. (ala/mir/c)
Suhardi Ingin Berakhir Tanpa Gesekan
×

