pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Gagal Jadi PNS, Warga Segel Sekolah

JENEPONTO, BKM — Sejumlah warga melakukan aksi penyegelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ka’nea Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Aksi ini berlangsung saat siswa dan guru masuk di hari pertama sekolah, Senin (18/7).
Adapun aksi warga dilatarbelakangi persoalan janji, diamana anak mereka pernah dijanjikan oleh bupati untuk diakomodir menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Hal itu dikemukakan salah sarorang warga Syasuddin yang mengaku sebagai pemilik lahan di atas sekolah itu. “Kami minta bupati tepati janjinya, kalau tidak kami tetap menyegel sekolah ini,” teriak Syamsuddin.
Syamsuddin bersama warga lain yang juga masih memiliki hubungan keluarga datang ke sekolah tersebut dan menyegel sejumlah ruang kelas yang ditempati siswa dan guru untuk proses belajar mengajar. Selain menyegel ruang kelas, mereka juga memboikot akses masuk sekolah dengan membentangkan batang pohon.
Nuralam Karaeng Beso yang baru sehari menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jeneponto menyayangkan aksi penyegelan warga di sekolah tersebut.
“Kami menyayangkan aksi ini. Saya juga baru sehari menjabat kadis, kok sudah ada masalah seperti ini,” kata Nuralam, Kamis (21/7).
Nuralam juga membenarkan jikan motif penyegelan sekolah karena persoalan janji untuk mengakomodir anak mereka menjadi tenaga honorer. Namun menurut dia, janji itu pada saat masih transisi, sebelum Iksan Iskandar menjabat sebagai bupati.
“Bupati sekalipun apa lagi yang dibawahnya tidak boleh menjanjikan ataupun mengimingi orang untuk diangkat jadi PNS, karena memang bukan kewenangan pemerintah daerah tapi kewenangan pemerintah pusat. Dan janji yang mereka maksud itu masih di masa almarhum pak Rajamilo,” tegas Nuralam.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Disdikpora Jeneponto, Muhammadong mengaku telah mendatangi sekolah yang sebelumnya disegel warga.
“Saya sudah kesana berembuk persoalan ini. Kami bersama kepala desa dan kepala sekolah di sana memberi penjelasan kepada warga yang mengaku dijanji itu. Hasilnya mereka sudah setuju agar sekolah kembali di buka,” jelas Muhammadong. (krk/ril)



×


Gagal Jadi PNS, Warga Segel Sekolah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar